Uya Kuya Ajukan Keadilan Restoratif di Polres Metro Jaktim

by -358 Views

Jakarta Timur — Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya mengambil langkah tak biasa setelah rumahnya dijarah. Di Mapolres Metro Jakarta Timur (Jaktim), ia menyampaikan inisiatif keadilan restoratif untuk salah satu terduga pelaku, seorang ibu lanjut usia yang kini telah ditahan polisi. Langkah itu muncul setelah Uya dan istrinya, Astrid, menerima kabar dari petugas keamanan komplek rumah bahwa perempuan tersebut ikut membawa pendingin ruangan (AC) saat penjarahan berlangsung.

Uya Kuya Singgung Kondisi Sosial Terduga Pelaku

Uya menjelaskan, perempuan itu bukan sosok yang datang dengan niat besar untuk merusak, melainkan seorang tukang parkir yang memiliki cucu disabilitas. Suaminya juga disebut bekerja sebagai tukang parkir. Dari keterangan yang ia terima, Uya menilai situasi hidup terduga pelaku layak dipertimbangkan dalam penyelesaian perkara. Ia bahkan menyebut perempuan tersebut tidak mengetahui secara utuh apa yang terjadi saat rumahnya dijarah, dan hanya mengambil AC yang ditemukannya di lokasi.

Setelah berdiskusi dengan pihak kepolisian, Uya mengetahui bahwa mekanisme restorative justice bisa diajukan baik oleh korban maupun terduga pelaku. Karena itu, ia memilih meminta agar kasus ibu tersebut tidak berlanjut ke proses peradilan, dan diselesaikan melalui jalur keadilan restoratif.

Polisi Telusuri Dalang Penjarahan

Di sisi lain, kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari aktor intelektual di balik penjarahan rumah Uya Kuya. Meski sejumlah langkah sudah dilakukan, asal para pelaku maupun siapa yang menggerakkan massa hingga kini belum terungkap secara jelas. Kasus ini menarik perhatian publik setelah video penyerbuan rumah Uya beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, massa tampak merusak pagar, merobohkan pintu masuk, lalu mengacak-acak isi rumah. Peristiwa itu membuat nama Uya Kuya kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena rumahnya dijarah, tetapi juga karena ia memilih membuka ruang penyelesaian yang lebih humanis untuk salah satu terduga pelaku.

Klarifikasi Soal Joget di Gedung DPR

Di tengah sorotan publik, Uya Kuya juga meluruskan isu lain yang ikut menyeret namanya, yakni aksi joget-joget di gedung MPR/DPR/DPD RI. Ia menegaskan, tindakan itu tidak ada kaitannya dengan kenaikan tunjangan DPR RI. Menurut dia, gerakan tersebut dilakukan semata untuk menghargai musisi yang tampil, bukan sebagai bentuk reaksi atas fasilitas atau tunjangan yang diterima anggota dewan.

Uya menilai kesalahpahaman itu perlu dijelaskan agar tidak berkembang menjadi asumsi yang keliru di tengah masyarakat, terlebih saat namanya sedang berada dalam pusaran perhatian publik akibat peristiwa penjarahan rumahnya.

Source link