Halte Transjakarta depan Polda Metro Dibakar, Aksi Demonstran

by -434 Views

Halte Transjakarta di Depan Polda Metro Dibakar Saat Aksi Demonstrasi Memanas

Ketegangan di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, memuncak pada Jumat malam ketika massa aksi membakar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya sekitar pukul 21.00 WIB. Api yang membesar membuat kawasan di depan markas kepolisian itu tampak terang, kontras dengan situasi siang hari yang sempat relatif terkendali sebelum akhirnya berubah menjadi ricuh.

Massa Bertahan Meski Polisi Berulang Kali Menghalau

Petugas kepolisian berusaha menahan massa agar tidak mendekat ke area Polda Metro Jaya. Untuk membubarkan kerumunan, aparat menurunkan water cannon dan menembakkan gas air mata. Namun, upaya itu belum sepenuhnya meredakan situasi. Sekitar pukul 21.45 WIB, massa masih bertahan dan bahkan melemparkan petasan, sehingga sejumlah orang memilih mencari perlindungan di dalam area Polda Metro Jaya.

Transportasi Umum Terganggu

Imbas dari eskalasi aksi tersebut juga terasa pada layanan transportasi publik. PT MRT Jakarta (Perseroda) memutuskan menutup Stasiun Istora Mandiri dan Senayan Mastercard. Dengan keputusan itu, kereta tidak berhenti di dua stasiun tersebut untuk sementara waktu, sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi keamanan di sekitar lokasi aksi.

Gelombang Protes Dipicu Kematian Affan

Aksi di depan Polda Metro Jaya turut dipicu oleh kematian seorang pengemudi ojek daring bernama Affan dalam kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa itu memicu gelombang protes lanjutan, termasuk aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.

Sejumlah kelompok mahasiswa, di antaranya BEM SI dan BEM UI, juga menyatakan menggelar demonstrasi di depan Markas Polda Metro Jaya sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam aksi sebelumnya di depan Gedung DPR RI.

Di sisi lain, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyampaikan bahwa tujuh anggota Brimob diduga terlibat dalam insiden yang menewaskan Affan dan saat ini masih diperiksa. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa gesekan antara massa dan aparat belum mereda, sementara situasi di lapangan terus bergerak dinamis dari satu titik ke titik lain.

Kericuhan di Pejompongan sendiri bermula setelah massa yang berunjuk rasa di sekitar kompleks parlemen dipukul mundur oleh kepolisian, lalu memicu bentrokan lanjutan yang berujung pada aksi-aksi protes susulan di berbagai lokasi.

Source link