Optimalkan APBN Tanpa Defisit: Dorong Efisiensi dan Atasi Kebocoran

by -231 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memperlihatkan komitmennya untuk mencapai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa defisit. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada Penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan. Dalam rencana anggaran tersebut, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp 3.786,5 triliun dan target pendapatan negara sebesar Rp 3.147,7 triliun. Defisit anggaran direncanakan sebesar Rp 638,8 triliun atau 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan pembiayaan yang pruden, inovatif, dan berkelanjutan.
Prabowo secara tegas menyatakan bahwa pemerintah melakukan efisiensi untuk meminimalkan defisit. Harapannya adalah pada tahun 2027 atau 2028, ia dapat menyampaikan bahwa APBN tidak lagi memiliki defisit. Presiden menekankan perlunya keberanian untuk menghilangkan kebocoran anggaran dan meminta dukungan dari seluruh kekuatan politik di Indonesia. Pemerintah akan lebih aktif mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif agar pembangunan tidak hanya bergantung pada APBN.
Selain itu, penerimaan perpajakan akan terus ditingkatkan dengan perlindungan terhadap iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha. Insentif fiskal juga akan diberikan untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis. Prabowo juga menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang efisien dan produktif untuk kemakmuran rakyat. Semua aset negara harus dikelola secara efisien untuk memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat.

Source link