Upaya pemerintah mendorong ekonomi desa kini diarahkan lewat satu skema yang disebut-sebut sebagai tonggak baru pembangunan berbasis komunitas: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kesejahteraan warga desa sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.
Ekonomi desa didorong naik kelas
Menurut Senior Advisor Presidential Communication Office (PCO) Adita Irawati, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai ruang bagi masyarakat desa untuk mengelola potensi ekonominya sendiri. Arah besarnya jelas: warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku yang mampu membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Adita menyebut program ini sebagai langkah penting dalam pembangunan nasional yang bertumpu pada desa. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih kuat terhadap pengelolaan sumber daya, penguatan usaha, hingga pembentukan ekosistem ekonomi yang lebih adil.
Menjawab masalah yang lama membelit desa
Program ini juga hadir di tengah persoalan yang masih sering ditemui di desa dan kelurahan, mulai dari minimnya tempat penyimpanan hasil tangkapan ikan, pelaku UMKM yang terjerat utang, hingga belum meratanya fasilitas kesehatan dasar. Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai salah satu jalan untuk merespons persoalan-persoalan tersebut melalui kelembagaan koperasi.
Presiden Prabowo sendiri telah meluncurkan lebih dari 80.000 koperasi Kopdes Merah Putih. Jumlah ini menunjukkan skala ambisi besar pemerintah dalam membangun ekonomi yang mandiri, inklusif, dan lebih merata dari tingkat akar rumput.
Memotong rantai distribusi, membuka peluang kerja
Di lapangan, koperasi ini diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi desa lewat penciptaan lapangan kerja, dorongan kewirausahaan, dan penguatan pusat-pusat produksi lokal. Salah satu target pentingnya adalah memangkas rantai distribusi yang panjang agar kebutuhan pokok bisa sampai ke warga dengan harga lebih terjangkau.
Gagasan itu juga dirasakan relevan oleh warga. Dedi Nurendi, warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, menilai bergabung dengan koperasi menjadi langkah masuk akal untuk menjawab kebutuhan ekonomi sehari-hari. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam koperasi agar masyarakat tidak terus bergantung pada pinjaman informal yang kerap memberatkan.
Dengan skema ini, Kopdes Merah Putih bukan sekadar program kelembagaan, melainkan upaya membangun ulang fondasi ekonomi desa agar lebih kuat, lebih dekat dengan kebutuhan warga, dan tidak lagi berjalan di tempat.
Source link
