Pencurian Besi Penutup Saluran Air di Jaktim Diselidiki Polisi, Warga Sebut Kasus Serupa Kerap Terjadi
Kasus pencurian besi penutup saluran air di Gang T, RT 07/RW 14, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, kini masuk penyelidikan polisi. Aksi yang diduga dilakukan dua remaja itu memicu perhatian warga lantaran bukan kali ini saja benda serupa raib dari area tersebut. Penutup saluran air yang hilang diketahui milik Masjid Al-Ikhwan dan bobotnya sekitar 10 kilogram.
Polisi Periksa Tiga Saksi di Lokasi
Dalam proses awal penyelidikan, polisi telah meminta keterangan tiga saksi, yakni ketua RT, humas, dan pengurus masjid yang berada di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menelusuri kronologi pencurian sekaligus memastikan identitas para terduga pelaku yang terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan dua remaja yang diduga mengambil besi penutup saluran air dengan menggunakan sepeda motor. Setelah berhasil membawa barang curian, keduanya langsung meninggalkan lokasi. Rekaman itu kemudian memancing respons warga karena dianggap memperkuat dugaan bahwa pencurian dilakukan secara cepat dan terencana.
Warga Sebut Pencurian Bukan Hal Baru
Sejumlah warga sekitar mengaku pencurian dengan pola serupa pernah terjadi sebelumnya. Penutup besi saluran air dinilai mudah diambil, sehingga kawasan itu kerap menjadi sasaran. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, warga disebut telah melaporkan kejadian dengan ciri-ciri yang mirip kepada pihak terkait.
Situasi ini membuat warga semakin waspada. Bagi mereka, hilangnya penutup saluran air bukan hanya soal kerugian material, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki di sekitar masjid maupun permukiman.
Penyelidikan Berlanjut untuk Ungkap Pelaku
Pihak kepolisian memastikan kasus ini terus ditangani agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum. Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan keterangan saksi dan penelusuran bukti dari video yang sudah beredar. Di sisi lain, warga diimbau lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Source link





