Momen Prabowo dan Cak Imin Rapikan Baret di Upacara Gelar Pasukan

by -455 Views

Suasana Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8), sempat mencair sebelum acara dimulai. Presiden RI Prabowo Subianto yang memimpin upacara terlihat menyapa sejumlah pejabat satu per satu, lalu secara spontan merapikan baret Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, serta Ketua DPD Sultan Najamudin. Aksi singkat itu langsung memancing senyum para hadirin.

Gestur kecil yang mencuri perhatian

Momen tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah suasana resmi dan penuh protokol militer. Tanpa banyak kata, Prabowo memperbaiki posisi baret yang dikenakan Cak Imin dan Sultan Najamudin saat berjabat tangan. Gestur itu memberi kesan akrab sekaligus menegaskan nuansa kebersamaan yang ingin ditampilkan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa penggunaan pakaian loreng militer oleh para pejabat bukan sekadar seremonial. Menurut dia, seragam itu menjadi penanda kesediaan untuk ikut terlibat dalam perjuangan bersama rakyat. Ia juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia akan terus berjuang mempertahankan Tanah Air sampai titik akhir.

Penghargaan dan pengesahan satuan baru

Di kesempatan yang sama, Prabowo juga menyerahkan Tanda Pangkat Jenderal Kehormatan serta Tanda Jabatan Wakil Panglima TNI kepada sejumlah penerima yang dinilai memiliki dedikasi dan integritas tinggi. Prosesi itu menambah bobot acara yang tidak hanya menampilkan kekuatan militer, tetapi juga penghormatan terhadap pengabdian.

Upacara tersebut turut mengesahkan sejumlah satuan baru TNI. Kekuatan yang dilibatkan pun cukup besar, yakni 27.384 personel, 152 unit kendaraan taktis, dan 124 alutsista dari TNI AD, TNI AL, serta TNI AU.

Deretan tokoh negara hadir

Acara ini dihadiri Wakil Presiden, para pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, Kapolri, serta sejumlah pejabat pemerintahan dan keamanan lainnya. Kehadiran mereka membuat gelaran di Batujajar itu menjadi salah satu agenda militer yang menyedot perhatian publik, bukan hanya karena skala pasukannya, tetapi juga karena momen-momen kecil yang terekam di lapangan.

Source link