Transforming Our Children’s Future with People’s School: Zero Costs & Discipline

by -358 Views

Sekolah Rakyat Ringankan Beban Orang Tua, Anak Jadi Lebih Mandiri dan Disiplin

Setiap pagi, Juwita kini bisa menarik napas lebih lega. Kekhawatiran soal biaya seragam, buku pelajaran, hingga kebutuhan makan anaknya, Fachri, perlahan bergeser sejak program Sekolah Rakyat berjalan pada tahun ajaran 2025-2026. Di tengah biaya hidup yang terus menekan, kehadiran sekolah ini menjadi pembeda besar bagi keluarganya.

Beban biaya yang turun, perubahan anak yang terlihat

Saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta, Juwita tak menutupi rasa harunya. Ia mengatakan Fachri kini lebih rajin, lebih sopan saat berbicara dengan orang tua, dan mulai terbiasa mengurus dirinya sendiri. Hal sederhana seperti mencuci pakaian yang dulu dikerjakan di rumah, sekarang dilakukan Fachri secara mandiri di asrama.

Fachri sendiri sudah hampir sebulan tinggal di asrama. Menurutnya, kehidupan di sekolah membuat hari-harinya lebih tertata. Kebutuhan vitamin, makanan, dan rutinitas harian disebutnya sudah diatur dengan baik. Ia juga mengaku lebih bahagia dan lebih bersemangat menjalani aktivitas di sana.

Disiplin, makan teratur, dan ruang tumbuh yang lebih sehat

Perubahan serupa juga dirasakan Dian, orang tua dari Aditya yang menempuh pendidikan di sekolah yang sama. Bagi Dian, Sekolah Rakyat bukan hanya soal sekolah gratis, melainkan jawaban atas doa panjang agar anaknya tumbuh disiplin, mandiri, dan keluarga tidak terus terbebani biaya pendidikan.

Dian menyebut Aditya kini terlihat lebih bersih, sedikit lebih berisi, dan jauh lebih teratur dibanding sebelumnya. Ia mengingat masa-masa ketika anaknya sulit makan, bahkan untuk makan dua kali sehari pun terasa berat. Di Sekolah Rakyat, seluruh kegiatan tersusun rapi, mulai dari makan, belajar, ibadah, hingga belajar Al-Qur’an. Pola itu, menurutnya, ikut membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat.

Harapan baru bagi keluarga kelas pekerja

Bagi Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan penopang nyata bagi keluarga kelas pekerja yang selama ini harus memilih antara kebutuhan harian dan biaya sekolah anak. Juwita bahkan menegaskan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto karena pendidikan anaknya kini ditopang penuh, mulai dari makanan, seragam, hingga buku catatan.

Dian pun menyampaikan hal serupa. Dengan suara penuh emosi, ia berterima kasih atas kehadiran Sekolah Rakyat yang memungkinkan anaknya belajar di tempat yang lebih layak. Di mata mereka, sekolah ini telah membuka ruang baru: beban orang tua berkurang, anak-anak tumbuh lebih mandiri, dan masa depan terasa sedikit lebih pasti. Source link