Korut Meminta Dukungan Warganya pada Kim Jong Un di HUT ke-80

by -494 Views

Korut Serukan Loyalitas kepada Kim Jong Un Jelang Peringatan 80 Tahun Pembebasan Korea

Menjelang peringatan 80 tahun pembebasan Semenanjung Korea dari penjajahan Jepang, media pemerintah Korea Utara kembali menegaskan pesan yang sudah lama menjadi inti propaganda negara: kesetiaan penuh kepada Kim Jong Un. Surat kabar resmi Rodong Sinmun memuat seruan yang tidak hanya menonjolkan pemimpin tertinggi Korut itu, tetapi juga mengaitkannya dengan narasi sejarah keluarga Kim yang terus dijaga sebagai fondasi legitimasi rezim.

Kim Il Sung Dipuji sebagai Simbol Perlawanan

Dalam artikel yang diterbitkan baru-baru ini, Rodong Sinmun menggambarkan Kim Il Sung, Presiden pertama Korea Utara sekaligus kakek Kim Jong Un, sebagai tokoh sentral dalam perjuangan melawan penjajahan Jepang pada periode 1910 hingga 1945. Ia disebut sebagai “pahlawan legendaris” dan “patriot bersejarah”, istilah yang kembali menegaskan posisinya dalam versi sejarah resmi Korut.

Menurut laporan Korea JoongAng Daily, media itu juga menyinggung perjalanan berkuda Kim Jong Un ke Gunung Paektu yang tertutup salju pada Desember 2019. Momen tersebut dipadukan dengan simbolisme perlawanan yang dikaitkan dengan pendiri negara, seolah menempatkan Kim Jong Un sebagai penerus langsung semangat perjuangan keluarga Kim.

Peringatan 15 Agustus Jadi Panggung Pesan Politik

Artikel-artikel tersebut muncul menjelang peringatan 15 Agustus, hari yang menandai pembebasan Semenanjung Korea dari penjajahan Jepang selama 35 tahun. Namun, di balik peringatan sejarah itu, pesan yang paling ditekankan justru adalah pentingnya pengabdian kepada pemimpin saat ini.

Dalam tulisan terpisah, Rodong Sinmun meminta rakyat menunjukkan loyalitas kepada Kim Jong Un, yang digambarkan sebagai “kehadiran seperti langit” dan sosok yang harus dihormati dengan sepenuh hati. Bahasa yang digunakan menunjukkan bahwa media negara tidak sekadar mengingatkan sejarah, melainkan juga memperkuat kultus personalitas yang mengelilingi keluarga Kim.

Sejarah dan Politik yang Terus Disambungkan

Semenanjung Korea sendiri masih membawa luka panjang dari masa penjajahan Jepang, lalu Perang Korea 1950-53 yang membuat wilayah itu terbelah menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. Dalam konteks itulah, Rodong Sinmun mendorong rakyat untuk tetap setia kepada Kim Jong Un demi menjaga cita-cita kemerdekaan dan kedaulatan negara versi Pyongyang.

Dengan mengaitkan pembebasan Korea, Gunung Paektu, Kim Il Sung, dan Kim Jong Un dalam satu rangkaian narasi, media pemerintah Korut tampak sedang menguatkan pesan yang sama: masa lalu dan masa kini diposisikan sebagai satu garis perjuangan yang berujung pada loyalitas tanpa syarat kepada pemimpin tertinggi. Source link