Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan setelah polisi membongkar dugaan praktik penipuan online yang dijalankan dari sebuah rumah di Jalan Pertanian Raya, Lebak Bulus, Cilandak. Di lokasi itu, 11 warga negara asing (WNA) asal China disebut menyamar sebagai polisi Distrik Wuhan lewat internet, sebuah modus yang diduga kuat berkaitan dengan kejahatan siber lintas negara.
Rumah di Lebak Bulus Jadi Titik Operasi
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti bersama Imigrasi Kelas I Khusus Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jakarta Selatan. Dari pemeriksaan di rumah tersebut, petugas menemukan ke-11 WNA itu telah berada di sana sejak Maret 2025.
Di dalam rumah, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas penyamaran dan penipuan online, di antaranya pakaian Polisi RRC, dokumen berbahasa Mandarin, puluhan telepon seluler, iPad, dan laptop. Temuan itu membuat dugaan bahwa rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan diduga menjadi lokasi operasional untuk menjalankan aksi penipuan dari balik layar.
Dugaan Penipuan Online dan Jerat Hukum
Menurut polisi, pola yang digunakan para terduga pelaku mengarah pada tindak pidana penipuan online. Karena itu, mereka dijerat dengan Pasal 28 Undang-Undang ITE, Pasal 378 KUHP tentang penipuan, serta pasal-pasal lain yang berkaitan dengan izin tinggal dan ketentuan keimigrasian.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga mencatat adanya dua pembantu rumah tangga di lokasi yang tidak diizinkan masuk ke lantai atas rumah. Situasi itu menambah kesan bahwa aktivitas di dalam rumah berlangsung tertutup dan terpisah dari penghuni lain di bagian bawah.
Penindakan Berlanjut
Kasus ini kini menjadi bagian dari penegakan hukum terhadap dugaan kejahatan yang memanfaatkan teknologi dan penyamaran identitas. Kepolisian menegaskan penanganan dilakukan sesuai undang-undang yang berlaku, sementara koordinasi dengan pihak imigrasi menjadi kunci dalam mengurai status keberadaan para WNA tersebut di Jakarta Selatan.
Source link





