Temuan YLKI: Marak Beras SPHP Oplosan

by -197 Views

Kasus beras oplosan yang sedang ditangani pemerintah dan Satgas Pangan telah memicu kemarahan di kalangan konsumen karena dampaknya yang merugikan secara ekonomi dan langsung terhadap kualitas konsumsi rumah tangga. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima keluhan dari masyarakat terkait kualitas beras yang buruk, termasuk nasi yang cepat basi setelah dimasak. Penemuan beras oplosan di Kepulauan Riau dan praktik pengoplosan beras oleh seorang distributor di Pekanbaru telah menambah daftar kasus yang menarik perhatian pihak berwenang.
Staf Pengaduan dan Hukum YLKI, Arianto Harefa, menjelaskan bahwa keluhan utama yang diterima berkaitan dengan nasi yang cepat basi dan ketidakseragaman warna serta kebersihan beras. Hal ini menunjukkan adanya pencampuran antara beras premium dan medium yang dijual dengan harga tinggi, merugikan konsumen. YLKI juga mendapati masalah terkait kuantitas beras dalam kemasan yang tidak sesuai label, seperti berat yang tidak sesuai dengan informasi yang tertera.
Meskipun aduan resmi yang diterima oleh YLKI masih sedikit, aduan melalui media sosial jauh lebih ramai. YLKI menyatakan kesiapannya untuk mengawal kasus ini demi keamanan dan keadilan konsumen. Pihaknya mengajak pemerintah dan lembaga terkait untuk memperketat pengawasan terhadap kasus beras oplosan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Keluhan langsung dari konsumen juga menyoroti ketidaksesuaian mutu dan volume beras pada label. Para konsumen menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kualitas beras yang tidak sebanding dengan harga yang mereka bayarkan, dan berharap agar pemerintah bertindak lebih tegas untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap beras kemasan.

Source link