AS Sebut Potensi ‘Perang Baru’ Arab, Israel Jadi Aktor Utama

by -451 Views

Amerika Serikat kembali mengirim sinyal keras soal Suriah: tidak ada jalan pintas untuk meredakan krisis selain gencatan senjata. Di tengah bentrokan bersenjata antara suku Bedouin dan Druze yang kini menyeret Israel ke dalam pusaran konflik, Washington menilai keadaan di lapangan sudah terlalu rapuh untuk dibiarkan memburuk lebih jauh.

AS Dorong Gencatan Senjata di Tengah Kekacauan

Utusan AS Tom Barrack pada hari Senin menyatakan dukungannya kepada pemerintahan transisi Suriah di bawah Presiden Ahmed Al Shaara, sosok yang sebelumnya menggulingkan rezim Bashar Al Assad. Menurut Barrack, prioritas utama saat ini adalah menghentikan tembak-menembak dan memulihkan ketertiban, karena tindakan brutal dari berbagai faksi justru memperdalam kekacauan.

Ia menegaskan semua pihak harus menghentikan penggunaan senjata, mengakhiri permusuhan, dan tidak membiarkan konflik berubah menjadi siklus balas dendam. Dalam pandangannya, Suriah sedang berada pada titik penentu, sehingga jalur dialog harus didahulukan sebelum situasi tak lagi terkendali.

Serangan Israel Dinilai Memperkeruh Situasi

Barrack juga menyoroti langkah Israel yang melancarkan serangan di Damaskus dengan dalih membantu komunitas Druze. Ia menilai tindakan itu justru berpotensi memperparah keadaan, bukan meredakannya. Di saat ketegangan sektarian sudah tinggi, keterlibatan aktor luar dinilai hanya menambah lapisan baru dalam konflik yang semula lokal.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengisyaratkan bahwa pasukan Suriah telah menyerang komunitas Druze, yang kemudian memicu respons dari pihak Israel. Netanyahu juga berharap ada zona demiliterisasi di selatan Damaskus, membentang dari Dataran Tinggi Golan hingga wilayah Pegunungan Druze.

Suwayda Jadi Titik Paling Gawat

Bentrokan sektarian di Provinsi Suwayda, selatan Suriah, telah menewaskan lebih dari 300 orang dan memaksa ribuan warga mengungsi. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) melaporkan adanya pelanggaran luas, termasuk eksekusi, pembunuhan, penculikan, perusakan, dan penjarahan.

Presiden Suriah Al Sharaa mengecam campur tangan asing dalam pidatonya, sembari menegaskan bahwa pemerintah sementara berupaya mengembalikan kendali negara atas wilayah yang dikuasai milisi Druze. Namun dengan konflik yang makin rumit, tekanan untuk segera mengambil langkah konkret semakin besar agar Suriah tidak terseret ke eskalasi yang lebih luas.

Source link