Polda Metro Jaya Berantas Balap Liar di Lokasi Rawan

by -385 Views

Jakarta — Polda Metro Jaya memperluas langkah penertiban terhadap balap liar yang kerap meresahkan warga di Ibu Kota. Sejumlah titik yang selama ini dianggap rawan, termasuk kawasan sekitar Jalan Green Pramuka dan Cempaka Putih, kini masuk dalam daftar pengawasan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Patroli Diperluas ke Titik Rawan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, mengatakan ruas-ruas jalan yang kerap dipakai untuk aksi balap liar menjadi salah satu fokus operasi. Selama ini, penindakan memang sudah dilakukan di sejumlah lokasi tertentu seperti Sudirman-Thamrin, Asia-Afrika, dan Gerbang Pemuda. Namun, pola pengawasan akan diperketat agar pelaku tidak lagi leluasa berpindah tempat.

Menurut Komarudin, pendekatan ini bukan sekadar razia sesaat, melainkan upaya berkelanjutan untuk menutup ruang bagi aktivitas yang membahayakan pengguna jalan lain. Karena itu, patroli akan diarahkan ke titik-titik yang selama ini sering muncul dalam laporan maupun temuan petugas di lapangan.

Motor Besar Juga Jadi Sorotan

Tak hanya balap liar, kendaraan roda dua berkapasitas mesin besar atau CC besar juga ikut menjadi sasaran operasi. Komarudin menyebut sejumlah kendaraan ber-CC besar telah disita karena tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang sesuai. Kendaraan jenis moge maupun motor sport menjadi perhatian, terutama yang kerap melintas atau berputar di kawasan Asia-Afrika, Jalan Merdeka dekat Monas, hingga konvoi di Sudirman-Thamrin.

Aktivitas yang paling disorot adalah pergerakan pada akhir pekan, terutama Sabtu, Minggu pagi, dan malam hari. Pada waktu-waktu itu, arus kendaraan berisiko memunculkan gangguan lalu lintas jika tidak dikendalikan dengan baik.

Warga yang Tertib Tidak Perlu Khawatir

Meski penindakan diperketat, masyarakat yang berkendara dengan surat-surat lengkap dan TNKB yang valid tidak perlu cemas. Polda Metro Jaya menegaskan operasi ini diarahkan untuk menekan balap liar dan menjaga keselamatan lalu lintas di Jakarta, bukan mengganggu pengguna jalan yang patuh aturan.

Dengan pengawasan yang diperluas ke lokasi-lokasi rawan, polisi berharap kebiasaan ugal-ugalan di jalan raya bisa ditekan sebelum memakan korban. Di jalan umum, kecepatan bukan soal siapa paling berani, melainkan siapa yang paling siap menanggung risikonya.

Source link