Integrating Nutrition Education into School Curriculum: BGN Advocates

by -453 Views

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong agar pendidikan gizi masuk ke dalam kurikulum sekolah nasional dan usulan itu sudah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bagi BGN, langkah ini bukan sekadar tambahan pelajaran, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan lebih siap bersaing.

BGN Ingin Gizi Dipelajari Sejak Dini

Anggota Dewan Pakar Gizi BGN, Ikeu Tanziha, menilai sekolah adalah tempat paling tepat untuk mengenalkan konsep gizi secara sistematis. Menurut dia, pemahaman tentang makanan dan kesehatan seharusnya tidak datang belakangan, tetapi dibangun sejak anak masih berada di bangku sekolah.

“Gizi bukan hanya soal makanan, tetapi tentang membentuk masa depan. Anak yang paham gizi akan tumbuh sehat, berpikir kritis, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Ikeu.

Ia menekankan bahwa pendidikan gizi yang terstruktur dapat membantu siswa memahami hubungan antara pola makan, kesehatan tubuh, dan kualitas hidup. Dengan bekal itu, anak-anak diharapkan tidak hanya tahu apa yang sehat, tetapi juga terbiasa mengambil pilihan yang lebih baik dalam keseharian.

Materi yang Diusulkan Lebih Praktis

Dalam usulan tersebut, pendidikan gizi akan memuat sejumlah topik dasar, mulai dari konsep gizi, pengelompokan makanan, porsi yang tepat, hingga fungsi zat gizi bagi tubuh. Siswa juga akan dikenalkan pada dampak buruk pola makan yang tidak sehat, termasuk risiko obesitas dan diabetes.

Selain teori, Ikeu mengatakan siswa juga bisa memperoleh keterampilan praktis seperti memasak dan berkebun. Dua hal ini dinilai relevan karena dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membuat anak lebih dekat dengan sumber makanan yang mereka konsumsi.

BGN Dorong Dukungan Banyak Pihak

BGN menilai pendidikan gizi di sekolah akan memperkuat kerja bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang seragam, pesan tentang pentingnya makanan bergizi tidak berhenti di kelas, tetapi berlanjut di rumah dan lingkungan sekitar.

BGN sendiri selama ini juga menjalankan berbagai kampanye edukasi, termasuk lewat media sosial, podcast YouTube, dan video promosi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga itu menegaskan, program MBG akan lebih kuat bila dibarengi pemahaman gizi yang memadai di masyarakat.

Karena itu, BGN mengajak pemerintah, sekolah, orang tua, media, dan publik untuk mendukung integrasi pendidikan gizi ke dalam kurikulum. Menurut Ikeu, upaya menuju Generasi Emas 2045 akan jauh lebih solid jika pengetahuan gizi dibangun sejak di ruang kelas, bukan hanya lewat imbauan sesaat.

Source link