Prabowo: Europe’s Demand for Our Commodities and Technology Exchange

by -292 Views

Prabowo Subianto, presiden yang merupakan penerus Presiden Joko Widodo, mengumumkan terobosan dalam negosiasi perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa yang sudah berlangsung selama satu dekade. Kedua belah pihak sepakat untuk masuk ke dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), yang secara efektif merupakan perjanjian perdagangan bebas. “Saya berada di Brussels, dan di sana kami mencapai terobosan besar. Setelah 10 tahun negosiasi sengit, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya setuju untuk melangkah maju dengan apa yang disebut CEPA—Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif—yang pada dasarnya merupakan Perjanjian Perdagangan Bebas,” ujar Prabowo di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada hari Rabu (16 Juli).

Dalam kesepakatan tersebut, barang-barang Indonesia dapat masuk ke pasar Eropa tanpa tarif. Menurut Prabowo, perjanjian ini mencerminkan hubungan yang saling menguntungkan: sementara Eropa membutuhkan komoditas dan akses pasar Indonesia, Indonesia juga akan mendapat manfaat dari kemajuan Eropa dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan investasi modal. “Produk-produk kita akan masuk ke Eropa tanpa tarif. Ini adalah hubungan yang sangat simbiotik—mereka memiliki teknologi, ilmu pengetahuan, dan sumber daya keuangan yang sangat baik, sementara kita menawarkan mineral penting, komoditas, dan pasar yang berkembang,” jelasnya.

Selain menyelesaikan semua isu yang tersisa dalam negosiasi CEPA yang terhenti selama satu dekade, Indonesia dan UE juga sepakat mengenai sistem kaskade visa—kebijakan yang bertujuan untuk memudahkan warga negara Indonesia memperoleh visa multi-entri ke area Schengen.

Source link