Polisi Jakarta Tindak 3.572 Pelanggaran di Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2025
Hari pertama Operasi Patuh Jaya (OPJ) 2025 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya langsung menunjukkan tingginya angka pelanggaran lalu lintas. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat total 3.572 tindakan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan. Dari jumlah itu, 1.920 pelanggar dijatuhi bukti pelanggaran elektronik atau ETLE, 69 kasus ditindak dengan tilang manual, dan 1.583 lainnya hanya mendapat teguran.
Pelanggaran Roda Dua dan Roda Empat Masih Dominan
Polisi menyebut, pola pelanggaran yang muncul masih didominasi kebiasaan dasar yang sebenarnya kerap diingatkan dalam berbagai sosialisasi. Untuk kendaraan roda dua, pelanggaran paling banyak adalah penggunaan helm yang tidak sesuai standar nasional Indonesia atau SNI, serta aksi melawan arus. Dua pelanggaran ini dinilai paling berisiko karena langsung berkaitan dengan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lain.
Sementara pada kendaraan roda empat, pelanggaran yang paling sering ditemukan ialah pengemudi memakai telepon seluler saat berkendara dan tidak menggunakan sabuk pengaman. Kedua pelanggaran tersebut dianggap sebagai bentuk kelalaian yang bisa memicu kecelakaan, terutama di jalur padat di Ibu Kota.
Penindakan Dibarengi Pencegahan
Di sisi lain, Polda Metro Jaya tidak hanya mengandalkan penindakan. Dalam pendekatan preemtif, petugas juga melakukan 1.415 kegiatan penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, brosur dibagikan dan spanduk dipasang sebanyak 2.684 kali untuk mengingatkan pengguna jalan agar lebih tertib selama operasi berlangsung.
Meski pengawasan diperketat, masih ada sejumlah ruas jalan yang belum terjangkau kamera pengawas atau CCTV, termasuk di beberapa titik di Jakarta. Kondisi ini membuat peran petugas di lapangan tetap dibutuhkan untuk memastikan pelanggaran tidak luput dari pengawasan.
2.938 Personel Dikerahkan Selama 14 Hari
OPJ 2025 digelar dengan melibatkan 2.938 personel gabungan dan akan berlangsung selama 14 hari. Operasi ini mengusung tema Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas. Tema tersebut diposisikan bukan sekadar slogan, melainkan pesan bahwa disiplin di jalan raya merupakan bagian dari kedisiplinan warga dalam mematuhi hukum.
Dalam operasi ini, polisi juga menargetkan penggunaan pelat nomor palsu sebagai salah satu fokus utama penindakan. Langkah tersebut diambil untuk menekan pelanggaran yang kerap digunakan untuk menghindari identifikasi kendaraan, sekaligus mendorong kesadaran bahwa tertib berlalu lintas tidak bisa dipilih hanya saat ada razia.
Source link





