Mayat tanpa kepala yang ditemukan di Kali Ciliwung, Jalan Rawajati Timur III, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (9/7), langsung memunculkan tanda tanya besar. Di tengah kondisi jasad yang rusak, keluarga korban justru melihat adanya kecocokan ciri fisik dengan seorang pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dilaporkan hilang saat memancing di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Keluarga Teliti Ciri Fisik yang Masih Tersisa
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan, keluarga meyakini jasad tersebut memiliki kemiripan dari beberapa ciri yang masih bisa dikenali, seperti tahi lalat di bawah mata, dagu, dan jenggot. Karena kondisi tubuh sudah tidak utuh, identifikasi visual saja belum cukup untuk memastikan siapa korban sebenarnya.
Temuan itu berawal saat warga yang sedang memancing di tepi Kali Ciliwung melihat sesosok tubuh mengambang. Setelah dilaporkan, polisi mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal terhadap jenazah yang kondisinya sudah rusak.
Autopsi dan Tes DNA Jadi Penentu
Untuk memastikan identitas korban, polisi menyiapkan autopsi dan pemeriksaan DNA. Langkah ini dinilai penting karena kondisi mayat tanpa kepala membuat proses pengenalan menjadi jauh lebih sulit. Polisi juga menduga kerusakan pada tubuh korban kemungkinan terjadi karena dimakan binatang, seperti biawak.
Di sisi lain, dugaan bahwa korban merupakan pegawai Kemendagri yang hilang saat memancing di Bogor masih menunggu hasil resmi. Hingga proses identifikasi selesai, polisi belum bisa menyimpulkan apakah jasad tersebut benar orang yang dicari keluarga atau bukan.
Pencarian Jawaban Masih Berlangsung
Kasus ini kini bertumpu pada hasil laboratorium dan pemeriksaan medis, bukan sekadar pengakuan keluarga. Di tengah spekulasi yang berkembang, fakta-fakta forensik akan menjadi penentu akhir apakah mayat tanpa kepala itu benar terkait dengan pegawai Kemendagri yang dilaporkan hilang, atau justru menyimpan identitas lain yang belum terungkap. Source link





