Jakarta Timur — Polisi masih menelusuri dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah laki-laki berusia satu tahun yang diduga dilakukan pengasuh berinisial H (28) di rumah kontrakan kawasan Gang Mebel, Ciracas, Jakarta Timur. Kasus ini menyita perhatian setelah rekaman yang memperlihatkan kondisi korban beredar luas di media sosial, dengan luka memar di mata kanan, bibir, serta bekas luka sundutan rokok di pipi kanan.
Polisi Kirim Undangan Klarifikasi ke Terduga Pelaku
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menyebut pihaknya sudah mengirim undangan klarifikasi kepada H. Langkah itu diambil untuk meminta keterangan langsung terkait dugaan kekerasan terhadap anak yang masih sangat kecil tersebut. Hingga kini, penyidik terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui peristiwa itu.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban yang pertama kali melaporkan dugaan penganiayaan. Dari informasi yang dihimpun kepolisian, rumah kontrakan yang ditempati terduga pelaku sempat dalam keadaan kosong dan terkunci saat aparat bersama perangkat Rukun Tetangga (RT) mendatangi lokasi.
Kondisi Korban Jadi Sorotan Setelah Video Viral
Kasus ini ramai diperbincangkan setelah video kondisi bocah tersebut tersebar di media sosial. Di dalam video itu, tampak luka yang diduga akibat kekerasan fisik, memicu reaksi keras warganet sekaligus dorongan agar aparat bergerak cepat. Polisi pun kini berfokus memastikan rangkaian kejadian yang dialami korban sebelum akhirnya kasus ini mencuat ke publik.
Orang tua bocah itu diketahui sedang bekerja di Yogyakarta. Untuk memantau kondisi anaknya, mereka sempat berkomunikasi dengan terduga pelaku melalui panggilan video. Dari sana, keluarga berusaha mencari tahu kabar dan keadaan sang anak yang dititipkan kepada pengasuh tersebut.
Terduga Pelaku Sempat Berencana Pulang ke Klaten
Menurut keterangan yang diterima polisi, keesokan harinya H sempat ingin pulang ke kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah, setelah mendapat kabar ada anggota keluarganya meninggal dunia. Dalam perkembangan lain, bocah itu kemudian diserahkan kepada keluarga ibu kandungnya di Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Di lokasi itulah korban disebut mengakui bahwa dirinya dipukul oleh terduga pelaku. Pengakuan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam penyelidikan yang kini masih berjalan. Polisi belum mengungkap kesimpulan akhir, namun memastikan proses pendalaman terus dilakukan untuk memastikan duduk perkara dan menegakkan keadilan bagi korban.
Source link





