Kesamaan Pramono Anung dengan Anies Baswedan dalam Kasus Penggusuran

by -252 Views

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil sikap yang menonjol dalam urusan pembangunan ibu kota: ia memilih jalan dialog ketimbang penggusuran. Dalam sejumlah pernyataannya, Pramono menegaskan bahwa proyek infrastruktur tidak harus selalu dibayar dengan hilangnya tempat tinggal warga, termasuk dalam pembahasan terkait Kampung Susun Bayam di Jakarta Utara.

Negosiasi Jadi Pilihan, Bukan Penggusuran

Pramono menyebut dirinya lebih memilih berunding untuk mencari solusi, termasuk saat membahas rencana menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai home base Persija. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menggusur warga hanya demi kepentingan fasilitas baru. Pendekatan itu memperlihatkan corak kepemimpinan yang mirip dengan cara Anies Baswedan saat menempatkan isu kemanusiaan dan ruang hidup warga dalam perdebatan pembangunan di Jakarta.

JIS Didorong Jadi Pusat Aktivitas Baru

Dalam pembicaraannya dengan Direktur Utama Jakpro, Pramono mengungkap strategi negosiasi agar JIS benar-benar bisa dipakai Persija sebagai kandang utama. Ia juga menaruh harapan besar pada kawasan stadion itu agar tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, tetapi juga menggerakkan ekonomi Jakarta Utara. Fasilitas penunjang seperti tempat oleh-oleh hingga restoran disebutnya sebagai bagian dari daya tarik yang bisa membuat kawasan tersebut hidup lebih lama sepanjang hari.

Tegas untuk Ketertiban, Lembut untuk Warga

Meski mengedepankan dialog, Pramono tetap menegaskan sikap tegas jika ada warga yang tidak tertib di lapangan. Baginya, keteraturan tetap harus dijaga agar ruang publik bisa digunakan dengan baik oleh semua pihak. Ia optimistis JIS akan berkembang menjadi kawasan baru yang memberi lebih banyak pilihan bagi warga Jakarta, sekaligus memperkuat fungsi ruang publik di utara ibu kota.

Source link