Risiko Ketergantungan Impor: 80% Pasokan LPG RI Dipasok dari Luar Negeri

by -418 Views

Risiko Ketergantungan Impor: 80% Pasokan LPG RI Dipasok dari Luar Negeri

JAKARTA — Ketergantungan Indonesia terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor masih sangat besar. Dalam program Property Point CNBC Indonesia pada Rabu (04/06/2025), disebutkan bahwa sekitar 80% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Mayoritas Kebutuhan Masih Bergantung Impor

Fakta ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara net importer LPG, atau negara yang lebih banyak mendatangkan pasokan dari luar ketimbang memenuhi kebutuhan dari produksi dalam negeri. Dengan porsi impor yang mencapai hingga 80%, ruang kemandirian energi untuk sektor ini masih terbatas.

Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa kebutuhan LPG di dalam negeri belum sepenuhnya ditopang oleh sumber daya domestik. Di tengah tingginya konsumsi, ketergantungan pada pasokan luar negeri masih menjadi penopang utama agar distribusi energi rumah tangga dan industri tetap berjalan.

Tekanan untuk Perkuat Energi Domestik

Situasi ini sekaligus menyoroti pentingnya pengembangan sumber energi dalam negeri. Semakin besar ketergantungan impor, semakin rentan pula Indonesia terhadap dinamika pasokan global, termasuk perubahan harga dan gangguan distribusi internasional.

Karena itu, upaya memperkuat produksi energi domestik menjadi semakin relevan agar ketergantungan terhadap LPG impor bisa ditekan. Informasi mengenai besarnya porsi impor ini menjadi pengingat bahwa isu kemandirian energi masih menjadi pekerjaan besar yang belum selesai.

Source link