Meningkatkan Peran Indonesia dalam Space Economy Melalui Kemandirian Antariksa

by -334 Views

Meningkatkan Peran Indonesia dalam Space Economy Lewat Kemandirian Antariksa

Di tengah persaingan global yang makin ketat di sektor antariksa, Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut membangun kemandirian di bidang ini. Isu tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertema Kemandirian Antariksa Indonesia di Tengah Rivalitas Global yang digelar Center for International Relations Studies, CIReS LPPSP FISIP Universitas Indonesia, pada Selasa (27/05) di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI. Bappenas turut menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam pembahasan ini.

Kemandirian Antariksa Jadi Isu Strategis

Dekan FISIP UI, Prof. Semiarto Aji Purwanto, menegaskan bahwa kemandirian antariksa bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar Indonesia tetap memiliki daya tawar dan kedaulatan di tengah kompetisi teknologi global. Ia menilai negara-negara besar kini berlomba mengembangkan satelit dan misi luar angkasa, sehingga Indonesia perlu memperkuat kapasitasnya sendiri agar tidak tertinggal.

Menurutnya, forum semacam ini penting karena membuka ruang diskusi yang lebih serius soal arah kebijakan antariksa nasional. Dalam pandangannya, penguatan sektor ini berkaitan langsung dengan masa depan Indonesia, terutama ketika teknologi antariksa semakin menentukan posisi sebuah negara di tingkat internasional.

Peran Bappenas dan Arah Kebijakan Nasional

Dalam konteks pembangunan antariksa, Bappenas disebut memiliki peran penting untuk memastikan langkah Indonesia tetap sejalan dengan target kemandirian. Prof. Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa di Badan Riset dan Inovasi Nasional, menjelaskan bahwa kemandirian antariksa dapat dicapai melalui kebijakan dan program antariksa nasional yang konsisten.

Ia menekankan visi Indonesia dalam bidang ini adalah mewujudkan kemandirian, kemajuan, dan keberlanjutan kegiatan antariksa. Arah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi luar angkasa, tetapi juga mampu membangun kapasitasnya sendiri secara bertahap dan berkelanjutan.

Teknologi Antariksa dan Kepentingan Nasional

Kemajuan teknologi antariksa kini dipandang sebagai salah satu penentu kekuatan negara. Penguasaan ruang angkasa tidak hanya berkaitan dengan sains dan teknologi, tetapi juga berdampak pada pertahanan, keamanan, ekonomi, dan pembangunan nasional. Karena itu, kemandirian antariksa mulai ditempatkan sebagai bagian dari agenda strategis yang tak bisa dipisahkan dari rencana pembangunan Indonesia.

Diskusi di FISIP UI ini memperlihatkan bahwa pembahasan antariksa tidak lagi sebatas wacana akademik. Di tengah rivalitas global dan tumbuhnya space economy, Indonesia dituntut punya arah yang jelas agar tidak sekadar mengikuti perkembangan, tetapi ikut menentukan posisinya sendiri dalam peta persaingan antariksa dunia.

Sumber: FISIP UI Bahas Kemandirian Antariksa Indonesia Dan RUU Ruang Udara Dalam Sorotan Global
Sumber: FISIP UI Mengadakan Diskusi Publik Kemandirian Antariksa Indonesia Di Tengah Rivalitas Global