Dugaan Peradi Bersatu terhadap Roy Suryo, dari Kasus Meme Stupa hingga Sorotan Motif di Baliknya
Kasus meme stupa Candi Borobudur yang menyeret nama Roy Suryo kembali mencuri perhatian setelah Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu mengaitkannya dengan dugaan adanya rencana besar di balik perkara tersebut. Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan, menilai putusan yang menetapkan Roy Suryo sebagai terdakwa memunculkan sejumlah dugaan baru, termasuk soal keterkaitannya dengan keluarga Presiden Jokowi. Menurutnya, perkara ini tidak sekadar berhenti pada unggahan meme, tetapi juga memantik kecurigaan adanya upaya membentuk persepsi publik yang merugikan.
Peradi Bersatu Soroti Dugaan Motif di Balik Kasus
Ade Darmawan menyampaikan bahwa pihaknya melihat ada kemungkinan agenda tertentu yang melibatkan Roy Suryo dan sejumlah pihak lain. Karena itu, Peradi Bersatu memilih membawa persoalan ini ke kepolisian. Dugaan yang mereka sampaikan berkaitan dengan potensi fitnah dan narasi yang dianggap sengaja diarahkan untuk menyerang nama baik keluarga Presiden Jokowi. Meski begitu, tudingan tersebut tetap berada pada ranah dugaan dan menjadi bagian dari proses hukum yang sedang ditelusuri.
Kasus Berawal dari Unggahan Meme pada 2022
Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, sebelumnya sempat menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan dan bebas pada 2 Mei 2023. Perkaranya bermula ketika ia mengunggah kembali meme stupa Candi Borobudur yang menyerupai wajah Joko Widodo pada Juni 2022. Unggahan itu memicu kontroversi luas dan berujung pada laporan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pelanggaran terkait SARA serta penodaan agama.
Kasus yang Menyisakan Pertanyaan Publik
Di tengah proses hukum yang telah berjalan dan selesai, pernyataan Peradi Bersatu memberi dimensi baru pada perkara ini. Bukan hanya soal konten yang diunggah, tetapi juga soal dugaan motif, arah serangan, dan dampak yang ditimbulkan terhadap reputasi pihak yang disebut. Kasus ini kembali mengingatkan bahwa unggahan di ruang digital bisa berkembang cepat menjadi perkara serius, terutama ketika menyentuh isu sensitif dan tokoh publik. Source link





