Aksi Nyata ASG: Bedah Rumah dan Bus Sekolah di Tangerang

by -304 Views

Warga Desa Patramanggala, Kabupaten Tangerang, tengah merasakan dampak langsung dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Agung Sedayu Group (ASG). Bukan sekadar bantuan seremonial, program ini menyentuh kebutuhan dasar yang paling dekat dengan kehidupan warga: rumah yang layak, fasilitas umum, hingga akses anak-anak ke sekolah.

31 Rumah Dicek Langsung, Bantuan Tak Ingin Salah Sasaran

Pada 13 Mei 2025, Direktur Estate Management ASG, Dr. Ir. H. Restu Mahesa M.M., turun langsung meninjau 31 rumah penerima Program Bantuan Bedah Rumah tahap ke-3 dan ke-4. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, sekaligus menjaga agar program berjalan tepat sasaran.

Salah satu warga penerima, Siti Kholifah, menjadi contoh nyata bagaimana bantuan tersebut mengubah kondisi hidup keluarga penerima. Ia mengaku terharu karena kini memiliki rumah yang lebih layak untuk ditempati. Bagi warga seperti dirinya, perbaikan rumah bukan hanya soal bangunan, tetapi juga soal rasa aman dan martabat hidup sehari-hari.

Dana Hibah CSR Mengalir untuk Infrastruktur dan Sosial

Sehari setelah peninjauan rumah, pada 14 Mei 2025, ASG menyerahkan dana hibah CSR secara simbolis di Kantor Desa Patramanggala. Bantuan tersebut dialokasikan untuk beberapa kebutuhan penting, mulai dari pembangunan turap di Desa Tanjung Pasir, Pos Gizi untuk penanganan stunting, hingga sarana ibadah di Desa Karang Anyar.

Rangkaian bantuan ini memperlihatkan bahwa program CSR ASG tidak berhenti pada satu sektor. Ada perhatian pada infrastruktur, kesehatan masyarakat, dan kebutuhan sosial warga desa. Di tingkat lokal, dukungan seperti ini kerap menjadi pembeda antara program yang hanya terdengar di atas kertas dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Bus Sekolah Gratis Jadi Akses Baru bagi Anak-Anak

Selain bedah rumah dan hibah dana, ASG juga menghadirkan bus sekolah gratis bagi anak-anak di Teluknaga, Pakuhaji, dan Sepatan. Kehadiran layanan ini memberi ruang gerak yang lebih luas bagi pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah tanpa terbebani biaya transportasi.

Restu Mahesa menyampaikan harapannya agar fasilitas tersebut membuat anak-anak lebih mandiri dan bisa belajar dengan aman. Di wilayah dengan jarak tempuh yang tak selalu mudah, bus sekolah gratis menjadi jawaban praktis yang langsung menyentuh kebutuhan keluarga. Bagi warga Tangerang, bantuan ASG kali ini bukan hanya soal kepedulian, melainkan juga soal membuka peluang hidup yang lebih tertata.

Source link