Prabowo Boosts ASEAN Economic Ties

by -268 Views

Pada hari pertama KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Presiden Indonesia Prabowo Subianto memilih jalur yang sangat aktif: langsung bergerak dalam serangkaian pertemuan bilateral dengan para pemimpin Asia Tenggara. Fokus utamanya jelas, yakni memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih konkret, bukan sekadar menegaskan kehadiran Indonesia secara seremonial di panggung regional.

Prabowo Bertemu Pemimpin Laos dan Singapura

Di sela-sela agenda utama, Presiden Prabowo menggelar pertemuan produktif dengan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong Shyun Tsai. Kedua pembicaraan itu menempatkan isu ekonomi sebagai titik tekan, mulai dari penguatan hubungan dagang hingga upaya memperdalam kemitraan antarnegara ASEAN. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia datang ke KTT dengan agenda yang lebih operasional, yakni mendorong hasil yang bisa ditindaklanjuti di tingkat kawasan.

Prabowo hadir bersama jajaran tim ekonomi dan diplomasi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta sejumlah menteri lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa pembahasan yang dibawa Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh koordinasi lintas sektor yang menyasar kepentingan jangka panjang.

Deklarasi Kuala Lumpur Jadi Penanda Arah Baru ASEAN

Setelah rangkaian bilateral, Presiden Prabowo kembali bergabung dengan para pemimpin ASEAN dalam sesi utama KTT untuk menandatangani Deklarasi Kuala Lumpur tentang ASEAN 2045: Masa Depan Bersama Kita. Dokumen ini menjadi penanda komitmen bersama negara-negara anggota untuk membangun ASEAN yang lebih bersatu, terintegrasi, dan kompetitif menghadapi dinamika kawasan maupun global.

Kehadiran Perdana Menteri Timor-Leste sebagai pengamat turut memberi warna pada pertemuan ini, sekaligus menegaskan bahwa arah ASEAN ke depan tidak hanya berbicara soal penguatan internal, tetapi juga keterbukaan dan inklusivitas. Dalam konteks itu, Indonesia melalui Prabowo kembali menempatkan diri sebagai salah satu motor penting dalam mendorong kerja sama regional yang lebih erat dan lebih relevan dengan kebutuhan ekonomi kawasan.

Source link