Bahlil Sebut Potensi 1,6 Juta Ton Gas menjadi LPG

by -401 Views

Jakarta — Pemerintah kembali menyoroti peluang memperbesar produksi LPG dari dalam negeri di tengah tingginya ketergantungan impor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia punya potensi bahan baku hingga 1,69 juta ton untuk diolah menjadi Liquefied Petroleum Gas (LPG), terutama dari kandungan propana atau C3 dan butana atau C4.

Produksi Domestik Masih Jauh dari Kebutuhan

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam 2025 Energi and Mineral Forum di Kempinski Jakarta. Ia menjelaskan, pada 2024 produksi LPG nasional baru mencapai 1,97 juta ton. Di saat yang sama, konsumsi LPG subsidi tercatat 8,23 juta ton, sementara LPG non-subsidi 0,67 juta ton. Selisih besar antara produksi dan kebutuhan itu membuat Indonesia harus mengimpor sekitar 6,91 juta ton LPG setiap tahun.

Menurut Bahlil, keterbatasan produksi dalam negeri salah satunya disebabkan bahan baku LPG memang tidak bisa diambil dari semua jenis gas. Hanya C3 dan C4 yang dapat diolah menjadi LPG, sedangkan C1 dan C2 tidak memenuhi karakter bahan baku tersebut. Karena itu, upaya peningkatan produksi tidak bisa hanya mengandalkan volume gas, tetapi juga harus melihat komposisinya.

Empat Sumber Potensi Tambahan LPG

Untuk menekan impor, pemerintah telah menyiapkan sejumlah sumber tambahan produksi. Pertama, pemanfaatan lapangan migas yang diperkirakan mampu menghasilkan 969 ribu ton LPG. Kedua, ekstraksi kandungan C3 dan C4 dari pipa gas dengan potensi 170 ribu ton. Ketiga, optimalisasi kilang LPG eksisting yang disebut bisa menambah 180 ribu ton. Keempat, peningkatan kapasitas kilang minyak agar C3 dan C4 dari crude oil bisa didistilasi menjadi LPG, dengan potensi 380 ribu ton.

Tekan Impor, Perkuat Pasokan

Jika seluruh langkah itu berjalan, produksi LPG nasional berpeluang naik signifikan dan ketergantungan pada pasokan luar negeri dapat dipangkas. Bahlil menempatkan penguatan rantai pasok ini sebagai bagian penting dari keamanan energi nasional, terutama karena kebutuhan LPG di masyarakat terus besar dan belum diimbangi oleh produksi domestik.

Source link