Pria Ditangkap Bawa Sabu dan Ekstasi di Depok: Rincian Lengkap

by -325 Views

Pria Ditangkap Bawa Sabu dan Ekstasi di Depok, Polisi Sita Lebih dari 5 Kilogram Narkotika

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar di wilayah Depok, Jawa Barat. Seorang pria berinisial DP (27) ditangkap pada Senin, 26 Mei 2025, setelah kedapatan membawa sabu dan ekstasi dengan total barang bukti yang mencapai 5,6 kilogram sabu serta 5.020 butir ekstasi.

Ditangkap di Gang Panus, Barang Bukti Berlanjut ke Kamar Kos

Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ade Chandra, mengatakan penangkapan dilakukan oleh Unit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di kawasan Gang Panus, Pancoran Mas, Depok. Dari lokasi awal, petugas lebih dulu mengamankan dua paket sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina dengan total lebih dari 2,1 kilogram.

Tak berhenti di situ, penggeledahan berlanjut ke kamar kos milik tersangka. Di tempat tersebut, polisi menemukan empat paket sabu lainnya serta 5.020 butir ekstasi berwarna hijau. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa DP bukan sekadar pembawa barang, melainkan bagian dari jaringan distribusi yang menyiapkan pasokan dalam jumlah besar.

Pasokan dari Medan, Sasaran Edar Jakarta dan Sekitarnya

Menurut keterangan polisi, seluruh barang bukti itu berasal dari Medan dan rencananya akan diedarkan di Jakarta serta wilayah sekitarnya. Pola pengiriman seperti ini menunjukkan bagaimana jalur peredaran narkotika tetap bergerak lintas daerah, dengan Depok menjadi salah satu titik yang dipakai untuk menyimpan sekaligus memecah barang sebelum diedarkan.

Dengan pengungkapan kasus ini, Polda Metro Jaya menyebut telah menyelamatkan 10.620 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Saat ini DP bersama seluruh barang bukti diamankan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Penyidikan Masih Berjalan

Polisi belum mengungkap lebih jauh siapa saja yang terhubung dalam jaringan ini. Namun dari jumlah barang bukti yang disita, kasus DP menunjukkan bahwa peredaran narkotika masih terus mengincar kawasan penyangga ibu kota sebagai jalur aman untuk distribusi. Source link