Skandal Modus Ormas Grib Jaya: Setoran Pedagang Atas Lahan BMKG

by -302 Views

Kasus penguasaan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pondok Betung, Tangerang Selatan, mulai membuka pola yang lebih serius dari sekadar pendudukan tanpa izin. Di Polda Metro Jaya, penanganan perkara ini masih berjalan, sementara aparat mengurai cara kerja Ormas Grib Jaya yang diduga memanfaatkan lahan negara untuk menarik keuntungan dari para pedagang.

Setoran dari pedagang jadi sorotan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, menjelaskan bahwa lahan BMKG itu dikuasai secara nekat oleh Ormas GRIB Jaya tanpa izin. Dari lokasi tersebut, muncul dugaan adanya pungutan terhadap pedagang pecel lele dan pedagang hewan kurban. Setoran itu disebut tidak berhenti di lapangan, melainkan langsung ditransfer ke rekening seorang oknum yang merupakan Ketua DPC Ormas GJ Tangsel.

Skema ini membuat penguasaan lahan tak lagi terlihat sebagai aksi spontan, tetapi berubah menjadi pola yang terorganisir. Situasi itu pula yang memicu respons aparat gabungan, karena keberadaan aktivitas semacam ini dinilai merugikan sekaligus menimbulkan keresahan di kawasan sekitar.

Ratusan aparat turun ke Pondok Betung

Ratusan personel gabungan dari Kepolisian dan Satpol PP Kota Tangerang Selatan kemudian bergerak ke markas Ormas GRIB Jaya di Pondok Betung. Sebelum pembongkaran dilakukan, petugas lebih dulu melakukan penggeledahan di lokasi. Dari sana, ditemukan sejumlah atribut ormas serta benda-benda yang dianggap mencurigakan, termasuk bambu tajam berujung paku.

Temuan tersebut memperkuat kesan bahwa lokasi itu bukan sekadar pos penjagaan biasa. Kehadiran aparat dalam jumlah besar juga membuat suasana di Pondok Betung dan Pondok Aren sempat heboh, terlebih karena proses penertiban berlangsung di area yang selama ini menjadi perhatian publik.

Penanganan masih berjalan di Polda Metro Jaya

Hingga kini, proses penanganan penguasaan lahan BMKG itu masih berlangsung di Polda Metro Jaya. Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut lahan milik lembaga negara, sekaligus dugaan adanya pungutan dari pedagang yang beraktivitas di atas lahan tersebut. Dari informasi yang diungkap kepolisian, pola penguasaan yang terjadi di Pondok Betung kini tengah ditelusuri lebih jauh untuk memastikan peran masing-masing pihak.

Source link