Serangan Rudal Rusia di Ibu Kota Ukraina: Zelensky Geram

by -287 Views

Kyiv Diguncang Serangan Rudal Rusia, Zelensky Desak Sanksi Baru

Kyiv kembali berada di bawah tekanan besar setelah Rusia meluncurkan puluhan pesawat nirawak dan rudal balistik dalam serangan udara gabungan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak perang berlangsung tiga tahun. Ledakan terdengar di berbagai titik ibu kota Ukraina, sementara asap tebal dan cahaya merah-oranye menyelimuti langit malam. Serangan itu merusak gedung apartemen dan menyebabkan sejumlah warga luka-luka.

Zelensky: Malam yang Sulit bagi Kyiv

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menggambarkan situasi tersebut sebagai “malam yang sulit” dan menegaskan perlunya tekanan internasional yang lebih besar terhadap Moskow. Ia menyerukan sanksi baru untuk memaksa Rusia menerima gencatan senjata, di tengah kebuntuan diplomatik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Menurut saksi mata, pesawat nirawak terlihat melintas di atas Kyiv sebelum rentetan ledakan mengguncang kota. Foto-foto yang diambil fotografer Reuters memperlihatkan suasana kacau dengan kepulan asap dan cahaya api yang menerangi sejumlah wilayah ibu kota.

Enam Distrik Terdampak, 15 Orang Terluka

Pemerintah setempat melaporkan kerusakan terjadi di enam distrik Kyiv. Sedikitnya 15 orang terluka, termasuk dua anak. Serangan itu menambah daftar panjang kerusakan sipil di tengah perang yang belum menemukan jalan keluar, sementara warga kembali harus menghadapi ancaman udara di tengah malam.

Angkatan udara Ukraina menyebut Rusia menembakkan 14 rudal dan meluncurkan 250 pesawat nirawak ke wilayah Ukraina, dengan Kyiv menjadi sasaran utama. Serangan besar ini datang saat upaya diplomatik masih jalan di tempat, meski sebelumnya ada dorongan dari Presiden AS Donald Trump untuk mendorong pembicaraan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Diplomasi Mandek, Serangan Terus Berlanjut

Di sisi lain, Rusia menolak sanksi baru dari Eropa dan tetap menyatakan komitmennya untuk mencari penyelesaian damai atas konflik tersebut. Namun, di lapangan, serangan justru terus berlangsung. Pertukaran tahanan memang telah terjadi, tetapi Moskow belum mengirimkan “nota perdamaian” seperti yang diharapkan Kyiv.

Situasi makin rumit setelah pasukan Rusia juga mengklaim merebut beberapa permukiman di wilayah Donetsk dan Sumy, Ukraina. Ketegangan antara kedua negara pun tetap tinggi, sementara Ketua DPR AS memperingatkan Rusia akan menghadapi sanksi tambahan jika serangan ke Ukraina berlanjut. Hingga kini, Kyiv dan Moskow belum menyepakati pembicaraan damai lanjutan, membuat perang kembali bergeser ke babak yang semakin keras.

Source link