Prabowo Promises to Stop Indonesia’s Energy Imports: Expert Analysis

by -331 Views

Prabowo Kembali Tekankan Target Hentikan Impor Energi, Soroti Kedaulatan dari Sektor Energi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan ambisinya untuk menghentikan ketergantungan Indonesia pada energi impor. Dalam pidatonya pada pembukaan Konvensi dan Pameran IPA Indonesia ke-49 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, ia menempatkan kemandirian energi sebagai inti dari kedaulatan negara.

Menurut Prabowo, sebuah negara tidak benar-benar kuat jika masih bergantung pada pasokan energi dari luar. Karena itu, ia menilai keamanan energi harus diperlakukan sebagai prioritas utama, bukan sekadar agenda tambahan dalam pembangunan nasional.

Produksi Awal dari Natuna Jadi Modal Awal

Di hadapan peserta forum industri migas tersebut, Prabowo juga menyampaikan capaian awal pemerintahannya setelah enam bulan berjalan. Salah satu yang ia soroti adalah mulai beroperasinya produksi minyak dan gas pertama dari ladang Forel dan Terubuk di Kepulauan Natuna.

Produksi itu menambah pasokan sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas standar per hari. Prabowo menyebut proyek tersebut dikembangkan sepenuhnya oleh talenta Indonesia, dan hal itu dijadikannya contoh bahwa kapasitas nasional sebenarnya sudah ada jika diberi ruang untuk bekerja.

Regulasi dan Birokrasi Jadi Sasaran Kritik

Selain membahas produksi energi, Prabowo menyoroti hambatan birokrasi yang kerap memperlambat investasi dan proyek-proyek strategis. Ia menekankan perlunya reformasi regulasi agar proses pengembangan energi tidak terus tersendat oleh prosedur yang berbelit.

Dalam pernyataannya, Prabowo juga memberi peringatan keras kepada pejabat yang justru menghambat langkah pemerintah. Menurutnya, mereka yang tidak mendukung percepatan akan digantikan. Nada tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendorong perubahan yang lebih cepat di sektor yang selama ini dianggap terlalu lamban bergerak.

Stok Pangan dan Ajakan untuk Investor

Prabowo turut mengaitkan pembahasan energi dengan ketahanan nasional secara lebih luas. Ia mengapresiasi peningkatan cadangan pangan terbaru dan menyebut stok beras serta jagung Indonesia saat ini berada pada level tertinggi sejak negara ini berdiri.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengundang investor domestik maupun internasional untuk ikut ambil bagian dalam proyek-proyek energi nasional. Ia juga menempatkan Danantara Indonesia sebagai mitra penting dalam mendorong agenda tersebut, sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat kemandirian energi.

Source link