Penyelidikan polisi mengungkap bahwa pencurian uang dan ponsel di sebuah minimarket di Jalan KH Mas Mansyur Nomor 90, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ternyata bukan perampokan biasa. Aksi yang terjadi pada Kamis (15/5) itu diduga sudah disusun dari dalam, dengan melibatkan karyawan minimarket sendiri sebagai bagian dari skenario. Dari lokasi tersebut, uang sekitar Rp70 juta serta satu unit handphone raib.
Modus dibuat seolah-olah terjadi perampokan
Kapolres Metro Jakarta Pusat mengungkap, tersangka Abdul Yusup Apriyana (24) disebut sebagai otak di balik kejadian ini. Ia diduga menyusun rencana dengan memanfaatkan orang-orang di sekitarnya untuk menciptakan kesan seolah-olah minimarket disatroni pelaku begal atau rampok dari luar. Korban yang juga karyawan minimarket bahkan sempat menjadi sasaran kekerasan dalam skenario tersebut.
Dalam rangkaian aksinya, Abdul Yusup Apriyanto mengambil uang Rp20 juta tanpa diketahui karyawan lain pada 15 Mei 2025. Uang itu kemudian diserahkan kepada tersangka Danar di area WC toko sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah itu, Danar disebut melakukan transaksi top-up dua kali di kasir atas nama Zaky, sementara tersangka Tazul masuk ke dalam toko untuk memantau situasi sekaligus mengalihkan perhatian kasir.
Brankas dibuka saat situasi dialihkan
Ketika kondisi di dalam toko dianggap aman, Abdul memberi isyarat kepada Danar untuk melancarkan aksi kekerasan saat dirinya sedang menghitung uang di brankas. Dari situ, Danar berhasil membawa kabur uang sekitar Rp49.800.000 serta satu unit ponsel milik Abdul. Total kerugian dalam kasus ini mencapai puluhan juta rupiah, dengan pola yang menunjukkan adanya kerja sama terencana antar pelaku.
Tiga tersangka ditangkap di Tasikmalaya
Setelah sempat melarikan diri, para pelaku akhirnya ditangkap polisi pada Sabtu (17/5) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketiganya adalah Danar Fauzan Supandi (25), Tazul Arifin (25), dan Abdul Yusup Apriyana (24). Saat ini, mereka masih menjalani proses penyidikan dan dijerat dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
Kasus ini menjadi sorotan karena pelaku diduga bukan hanya memanfaatkan celah keamanan toko, tetapi juga menyusun rekayasa agar tindakan pencurian tampak seperti perampokan spontan. Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri peran masing-masing tersangka secara lebih rinci.
Source link





