Ketegangan perang Rusia-Ukraina kembali mengarah ke jalur diplomasi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turki, setelah dorongan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menilai pembicaraan tatap muka sebagai jalan yang perlu ditempuh untuk mengakhiri perang.
Zelensky dorong gencatan senjata 30 hari
Dalam pernyataannya, Zelensky menekankan bahwa pertemuan dengan Putin harus dibangun di atas gencatan senjata selama 30 hari. Menurut Kyiv, jeda pertempuran tanpa syarat menjadi fondasi penting agar pembicaraan tidak kembali terjebak dalam pola saling serang yang selama ini memperpanjang konflik.
Langkah ini juga sejalan dengan posisi Ukraina dan sekutu-sekutu Eropa yang selama ini menilai penghentian tembak-menembak tanpa prasyarat sebagai satu-satunya pintu yang realistis untuk membuka jalur solusi politik. Setelah tiga tahun perang, tekanan untuk menemukan titik temu semakin besar, terutama karena dampaknya sudah meluas ke korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan hubungan Rusia dengan negara-negara Barat.
Putin buka peluang lanjutkan negosiasi Istanbul
Dari sisi Moskow, Putin mengusulkan agar pembicaraan antara kedua pihak dilanjutkan tanpa syarat, mengacu pada perundingan yang pernah digelar di Istanbul pada Maret 2022. Dalam usulan itu, ia juga membuka kemungkinan adanya gencatan senjata baru selama proses negosiasi berlangsung.
Trump ikut menyuarakan pandangannya dengan mengatakan bahwa Putin ingin bertemu di Turki untuk membahas kemungkinan berakhirnya pertumpahan darah di Ukraina. Ia mendesak Ukraina agar segera menyetujui pertemuan tersebut, menandakan bahwa tekanan diplomatik kini datang dari berbagai arah.
Turki disiapkan jadi panggung perundingan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah bagi perundingan Rusia-Ukraina. Ankara melihat forum itu sebagai kesempatan untuk mendorong solusi yang tidak hanya menghentikan perang, tetapi juga menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama.
Putin dan Zelensky dijadwalkan bertemu di Turki pada hari Kamis untuk membahas langkah selanjutnya. Pertemuan ini menjadi salah satu momen paling penting sejak perang pecah, karena untuk pertama kalinya kedua pemimpin kembali berada dalam satu jalur diplomatik yang sama, meski dengan tuntutan yang masih jauh dari kata selesai.
Source link

