Yayasan MBG Kalibata Jawab 20 Pertanyaan Polisi Tentang Penggelapan Dana

by -264 Views

Yayasan Media Berkat Nusantara, mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, Jakarta Selatan, akhirnya buka suara di hadapan penyidik kepolisian. Dalam pemeriksaan yang berlangsung terkait laporan dugaan penggelapan dana oleh mitra dapur Ira Mesra Destiawati, pihak yayasan mengaku menjawab sedikitnya 20 pertanyaan dan membawa sejumlah dokumen pendukung untuk meluruskan duduk perkara.

Datang dengan data, yayasan ingin bersihkan nama

Melalui kuasa hukumnya, yayasan menegaskan kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi panggilan polisi, melainkan juga untuk menjawab tuduhan yang dinilai merugikan reputasi lembaga. Mereka membawa data-data yang dianggap relevan, termasuk dokumen yang disebut dapat menjelaskan hubungan kerja sama serta skema pengelolaan dana dalam program tersebut.

Salah satu dokumen yang diserahkan adalah surat pernyataan kesanggupan pengelolaan yang disebut telah disetujui Ira sebelumnya. Pihak yayasan menilai dokumen itu penting untuk menunjukkan bahwa mekanisme kerja sama sudah disepakati sejak awal, termasuk soal pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Harga porsi dan isi kontrak ikut dijelaskan

Yayasan MBG juga menyoroti isi kontrak kerja sama antara yayasan dan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut mereka, harga porsi makanan telah disepakati dengan batas maksimal Rp15 ribu. Selain itu, detail menu dan lokasi distribusi disebut sudah tercantum dalam kontrak sehingga tidak ada alasan untuk menafsirkan perjanjian di luar dokumen yang ada.

Dari pihak yayasan, tudingan penggelapan dana dinilai tidak berdasar. Mereka menegaskan seluruh penjelasan yang disampaikan kepada penyidik bertujuan agar kasus ini dipahami secara utuh, bukan hanya dari satu versi keterangan.

Laporan dugaan Rp975 juta masih diproses

Kasus ini bermula dari laporan mitra dapur di Kalibata yang menduga adanya penggelapan dana sebesar Rp975.375.000 oleh yayasan mitra Program MBG berinisial MBN. Laporan tersebut kini tengah ditangani kepolisian. Di sisi lain, Ira Mesra Destiawati dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin mendatang.

Ira sebelumnya disebut bekerja sama dengan yayasan dan SPPG Kalibata sejak Februari hingga Maret 2025. Dalam periode itu, ia memasak lebih dari 65.025 porsi makanan sesuai kontrak awal senilai Rp15 ribu per porsi. Namun, di tengah pelaksanaan, harga porsi disebut berubah menjadi Rp13 ribu tanpa penjelasan yang jelas, dan perubahan inilah yang kini ikut menjadi sorotan dalam penyelidikan.

Polisi masih mendalami keterangan dari kedua pihak untuk mengurai apakah persoalan ini murni sengketa kerja sama atau benar mengarah pada dugaan penggelapan dana yang dilaporkan.

Source link