Konservasi Megamendung Diperkuat dengan Aksi Nyata dari Yayasan Paseban

by -542 Views

Megamendung kembali menjadi sorotan dalam peringatan Hari Bumi 2025. Di kawasan hulu Bogor yang dikenal rawan dan sensitif terhadap kerusakan lahan, Yayasan Paseban bersama Arista Montana memilih langkah yang tak berhenti pada seremonial: menanam 10.000 pohon pada akhir pekan lalu. Aksi ini bukan sekadar menambah tutupan hijau, melainkan menegaskan bahwa konservasi di wilayah curam seperti Megamendung harus dikerjakan sebagai upaya jangka panjang, bukan respons sesaat.

Hulu Megamendung, Titik Kritis yang Tak Boleh Diabaikan

Menurut Wiratno, Penasehat Yayasan Paseban, kondisi geografis Megamendung yang terjal membuat kawasan ini sangat rentan terhadap gangguan sekecil apa pun pada vegetasi. Dalam konteks seperti itu, hilangnya penutup lahan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi warga di wilayah hilir. Kerusakan di hulu dapat memicu longsor dan banjir bandang, sehingga perlindungan kawasan ini memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar menjaga pepohonan tetap berdiri.

Karena itu, penanaman 10.000 pohon diposisikan sebagai awal dari fase berikutnya dalam program penghijauan di kawasan hulu Megamendung. Langkah ini menunjukkan bahwa konservasi tidak bisa dilepaskan dari perawatan berkelanjutan, pemantauan, dan keterlibatan banyak pihak.

Pertanian Organik Didorong Jadi Bagian dari Solusi

Selain fokus pada penanaman pohon, Yayasan Paseban dan Arista Montana juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan pertanian organik di wilayah sekitar Megamendung. Arista Montana, yang dikenal sebagai contoh perusahaan pertanian organik di Bogor, mengusung praktik budidaya berbasis bahan alami tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Di tengah dorongan menjaga ekosistem, pendekatan ini dipandang sejalan dengan upaya memperkuat keseimbangan alam. Konservasi, dalam kerangka tersebut, tidak hanya berhenti pada menanam dan merawat pohon, tetapi juga menyentuh cara manusia memproduksi pangan dan mengelola lahan.

Andy Utama: Menanam Pohon Adalah Investasi Masa Depan

Andy Utama, Pendiri dan Pembina Yayasan Paseban, menekankan bahwa menanam pohon adalah bentuk investasi untuk masa depan. Ia melihat konservasi alam sebagai panggilan yang menuntut manusia menjaga bumi agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara bagi generasi berikutnya. Pesan itu menggarisbawahi bahwa kerja lingkungan tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab antargenerasi.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kang Dody Baduy, tokoh budaya dan pelopor gerakan hidup berkesadaran, isu lingkungan dibawa ke ranah yang lebih personal. Kang Dody mengingatkan pentingnya kesadaran generasi muda terhadap jejak konsumsi sehari-hari. “Kita harus sepenuhnya sadar dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita makan dan ke mana sampah kita akan berakhir. Setiap konsumsi adalah keputusan ekologis,” ujarnya.

Setelah penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bambu sebagai simbol komitmen yang lebih permanen dalam menjaga kawasan hulu Megamendung. Acara kemudian ditutup dengan Dialog Interaktif bertajuk “Merajut Komitmen Bersama untuk Kelestarian Alam”, yang menghadirkan perwakilan Perum Perhutani, BPDAS Citarum-Ciliwung, serta tokoh masyarakat setempat.

Sumber: Peringati Hari Bumi 2025, Yayasan Paseban Tanam 10 Ribu Pohon Di Megamendung