Cairkan Dana Mitra Dapur bersama Yayasan Mitra MBG Kalibata
Yayasan mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, Jakarta Selatan, yang dikelola oleh Yayasan Media Berkat Nusantara, menyatakan siap mencairkan dana untuk mitra dapur Ibu Ira Mesra Destiawati. Kepastian itu disampaikan perwakilan yayasan, Mei Imaniar, dalam konferensi pers di Jakarta, dengan penegasan bahwa penyaluran dana akan dilakukan langsung ke rekening Ibu Ira sesuai ketentuan transparansi yang diatur Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah sorotan publik terhadap sengketa dana, yayasan memilih menekankan jalur administrasi dan komunikasi. Meski begitu, besaran anggaran yang berkaitan dengan Program MBG tidak dibuka ke publik. Sikap ini memperlihatkan bahwa yayasan ingin meredam spekulasi, sekaligus menjaga proses penyelesaian tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
Yayasan Bantah Tuduhan Penggelapan
Pihak yayasan juga menolak tuduhan penggelapan dana yang dilaporkan oleh mitra dapur. Menurut mereka, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang jelas. Yayasan Media Berkat Nusantara menegaskan sedang mencari jalan keluar atas perbedaan perhitungan serta arahan yang disebut berasal dari BGN, yang menjadi titik utama munculnya perselisihan.
Dalam penjelasannya, yayasan menempatkan isu ini sebagai persoalan teknis dan administratif yang perlu diluruskan, bukan sebagai tindakan penyimpangan. Karena itu, mereka berharap pembicaraan lanjutan dapat membantu membuka kembali ruang komunikasi yang sempat mengeras akibat perbedaan pandangan soal pengelolaan dana.
Pertemuan Lanjutan Jadi Kunci Penyelesaian
Rencananya, yayasan akan bertemu langsung dengan mitra dapur Ibu Ira untuk memperjelas duduk perkara. Pertemuan itu diharapkan menjadi forum untuk menyamakan hitungan, menjawab pertanyaan yang belum tuntas, dan memastikan seluruh proses berjalan lebih terbuka. Yayasan juga menegaskan tidak mengakui tudingan penggelapan dana sebesar Rp975.375.000 yang dilaporkan oleh mitra dapur.
Kasus ini menunjukkan bahwa transparansi dalam program sosial bukan hanya soal penyaluran dana, tetapi juga soal kejelasan komunikasi antar pihak yang terlibat. Di Kalibata, penyelesaian sengketa ini kini bergantung pada sejauh mana kedua belah pihak bisa duduk bersama dan menuntaskan perbedaan tanpa memperlebar konflik yang sudah terlanjur menjadi perhatian publik.
Source link





