Xi Jinping Tanggapi Kenaikan Tarif Dagang Trump 145%

by -423 Views

Xi Jinping merespons keras lonjakan tarif dagang yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap China hingga 145%. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Xi menyerukan agar Uni Eropa tidak terpecah dan tetap bersikap tegas menghadapi apa yang ia sebut sebagai bentuk intimidasi sepihak. Menurut Xi, China dan Eropa perlu menjaga hak serta kepentingan internasional mereka, sekaligus mempertahankan prinsip keadilan dan kewajaran dalam perdagangan global.

Xi Dorong Eropa Tidak Tunduk pada Tekanan

Pernyataan Xi muncul di tengah memanasnya hubungan dagang Beijing dan Washington, setelah tarif AS kembali dinaikkan secara agresif. Dalam konteks itu, Xi menempatkan Eropa sebagai mitra penting untuk menahan dampak kebijakan tarif Trump. Ia menilai, respons kolektif jauh lebih penting dibanding sikap yang terpecah-pecah, terutama ketika tekanan ekonomi datang dari luar kawasan.

Pesan Xi tidak hanya ditujukan kepada Spanyol, tetapi juga kepada Uni Eropa secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kerja sama lintas kawasan harus tetap dijaga agar tidak dikendalikan oleh ketegangan politik dan perang tarif yang semakin tajam.

Sanchez Tegaskan Kerja Sama Tak Boleh Tersandera Ketegangan

Pedro Sanchez dalam pertemuan itu menegaskan bahwa ketegangan perdagangan tidak seharusnya merusak hubungan antara Uni Eropa dan China. Ia mengakui adanya defisit perdagangan yang besar, baik bagi Spanyol maupun Eropa, namun menurutnya kondisi tersebut bukan alasan untuk menutup peluang pertumbuhan yang lebih luas.

Spanyol sendiri merupakan mitra dagang terbesar keempat China. Meski begitu, neraca dagang kedua negara masih menunjukkan jarak yang lebar. Sanchez menilai dialog tetap diperlukan agar kerja sama ekonomi tidak berhenti hanya karena persoalan ketidakseimbangan perdagangan.

Spanyol dan Pilihan yang Tak Sejalan dengan UE Lain

Dalam kunjungan terbarunya ke China, Sanchez memilih langkah yang tidak sepenuhnya sejalan dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Ia mendorong terciptanya tatanan perdagangan yang dianggap lebih adil, sekaligus berupaya melindungi produsen Eropa dari persaingan yang dinilai tidak sehat dengan perusahaan-perusahaan China yang disebut mendapat dukungan dari negara.

Di sisi lain, Eropa masih menjual sekitar 7,4 miliar euro ke China setiap tahun, angka yang menunjukkan masih terbukanya ruang untuk memperluas perdagangan. Karena itu, eskalasi tarif dari AS dinilai bukan sekadar urusan Washington dan Beijing, melainkan juga ujian bagi stabilitas perdagangan global yang lebih luas.

Source link