Prabowo Ungkap Rencana Basmi Rente Impor: Tegas!
Prabowo Subianto kembali menyoroti satu persoalan yang kerap membebani sektor pangan nasional: rente impor. Dalam pandangannya, praktik ini bukan sekadar urusan perdagangan, melainkan hambatan serius yang bisa melemahkan posisi petani Indonesia di tanah sendiri. Karena itu, ia menegaskan perlunya langkah yang lebih tegas untuk menutup celah yang selama ini membuat ketahanan pangan sulit berdiri di atas kaki sendiri.
Fokus pada kemandirian pangan
Prabowo menilai penghapusan rente impor menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pangan yang lebih kuat dan berdaulat. Jika praktik tersebut terus dibiarkan, petani dalam negeri dinilai akan terus berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, sementara ketergantungan terhadap pasokan luar negeri tetap tinggi. Dalam konteks itu, kebijakan yang kuat dianggap perlu agar arah pembangunan pangan tidak hanya mengejar ketersediaan, tetapi juga melindungi pelaku utama di lapangan.
Petani tak boleh terus dirugikan
Menurut Prabowo, kebijakan impor semestinya tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari celah distribusi dan perizinan. Ia menekankan bahwa petani Indonesia harus ditempatkan sebagai bagian inti dari ketahanan nasional, bukan justru menjadi pihak yang paling terdampak ketika arus impor menguat. Dengan pengawasan yang lebih konsisten dan terukur, harapannya beban ekonomi yang selama ini ditanggung petani dapat dikurangi.
Jalan menuju kedaulatan pangan
Prabowo juga mengaitkan upaya memberantas rente impor dengan visi yang lebih besar: kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Baginya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, langkah-langkah yang tegas dinilai harus diarahkan untuk memperkuat produksi dalam negeri, mempersempit praktik rente, dan memastikan kebijakan pangan benar-benar berpihak pada kepentingan nasional.
Source link
