Demo Mahasiswa & Aliansi: Bentrok di Depan DPR

by -354 Views

Demo Mahasiswa dan Aliansi di Depan DPR Memanas saat Massa Coba Dobrak Gerbang

Aksi penolakan revisi RUU TNI di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, sempat berubah tegang ketika massa demonstran mencoba mendobrak gerbang dan memanjat pagar. Situasi yang awalnya berupa penyampaian pendapat itu perlahan memanas setelah beberapa peserta aksi nekat mendorong pembatas dan berupaya menerobos masuk ke area gedung parlemen.

Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengingatkan massa agar tidak memanjat pagar maupun mencoba merobohkan gerbang. Menurut polisi, tindakan semacam itu tidak sesuai dengan ketentuan penyampaian pendapat di muka umum. Namun imbauan tersebut tidak langsung diindahkan. Sejumlah demonstran tetap berupaya mendesak barikade, hingga petugas akhirnya memaksa mereka turun dan menjauh dari lokasi gerbang.

Botol dan Petasan Melayang ke Arah Petugas

Ketegangan meningkat ketika sebagian demonstran merespons tindakan aparat dengan melemparkan benda-benda ke arah petugas, termasuk botol air mineral dan petasan. Asap petasan sempat terlihat membumbung di sekitar titik aksi, membuat suasana di depan gerbang DPR RI semakin riuh.

Meski sempat berlangsung panas, kondisi perlahan mereda setelah kepolisian menarik diri dari depan gerbang. Hingga pukul 17.00 WIB, suara pintu didobrak masih terdengar berulang kali, meski pintu besi yang kokoh tetap tak bergeser oleh tenaga segelintir pendemo.

5.021 Personel Disiagakan untuk Pengamanan

Sebelumnya, polisi telah menurunkan 5.021 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat dari elemen mahasiswa dan sejumlah aliansi yang menyoroti revisi RUU TNI. Pengamanan dilakukan di berbagai titik sekitar Gedung DPR RI guna memastikan situasi tetap terkendali.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa unjuk rasa seharusnya berjalan damai. Ia mengingatkan agar massa tidak memaksakan kehendak, tidak bertindak anarkis, dan tidak merusak fasilitas umum. Pengamanan melibatkan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI, serta instansi terkait lainnya.

Aksi Mereda, Orasi Dilanjutkan

Setelah insiden dorong-mendorong di gerbang, suasana aksi kembali melandai. Massa kemudian melanjutkan kegiatan dengan orasi dari para orator yang bergantian menyampaikan sikap mereka terhadap revisi RUU TNI.

Di tengah pengamanan ketat, demonstrasi itu menjadi gambaran bahwa penolakan terhadap revisi RUU TNI masih menyisakan ketegangan di lapangan. Di sisi lain, aparat tetap menjaga agar penyampaian aspirasi berlangsung dalam batas aman dan tidak meluas menjadi kericuhan yang lebih besar.

Source link