Strategi Optimalisasi Lahan untuk Memenuhi Kebutuhan Garam

by -332 Views

Strategi Optimalisasi Lahan untuk Memenuhi Kebutuhan Garam

Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi garam nasional masih menjadi pekerjaan besar. Di tengah permintaan yang terus naik, PT Garam menegaskan komitmennya untuk ikut menutup defisit pasokan yang saat ini belum terkejar oleh produksi dalam negeri. Kebutuhan garam Indonesia disebut mencapai 4,7 juta ton per tahun, sementara produksi nasional baru berada di angka 2,5 juta ton.

Modernisasi Jadi Kunci

Untuk mengejar selisih yang cukup lebar itu, PT Garam mendorong intensifikasi melalui modernisasi dan optimalisasi lahan. Langkah ini diarahkan agar area yang sebelumnya tidak produktif bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal. Dengan cara tersebut, perusahaan berharap kapasitas produksi tidak hanya bertambah, tetapi juga lebih efisien dan berkelanjutan.

Abraham Mose, Direktur Utama PT Garam, menyampaikan bahwa perusahaan tengah menyiapkan sejumlah langkah investasi untuk memperkuat rantai produksi. Salah satunya adalah pembangunan pabrik di Segoromadu, yang diharapkan dapat mendukung pengolahan garam secara lebih terintegrasi.

Kerja Sama untuk Lahan Baru

Selain investasi di sisi industri, PT Garam juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun ladang garam baru di Sabu, Raijua, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber produksi baru yang bisa membantu memperkecil ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.

Dengan kombinasi pembangunan fasilitas dan pembukaan lahan baru, PT Garam menilai peluang untuk menggenjot produksi domestik masih terbuka lebar. Target besarnya jelas: mendekatkan pasokan garam nasional ke kebutuhan riil yang selama ini belum terpenuhi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan garamnya sendiri.

Source link