Keajaiban Masjid Al Ikhlas PIK: Ottoman, Fasilitas, dan Ekonomi Umat

by -411 Views

Masjid Al Ikhlas di PIK Dibangun dengan Konsep Ottoman, Tak Sekadar Tempat Ibadah

Di tengah pesatnya pertumbuhan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan 2, Agung Sedayu Group tengah menyiapkan sebuah proyek rumah ibadah yang punya peran lebih luas dari sekadar ruang salat. Masjid Al Ikhlas dirancang sebagai masjid megah dengan sentuhan Islamic Classical ala Ottoman, sekaligus sebagai pusat aktivitas ekonomi umat yang menopang keberlanjutan operasionalnya.

Jawaban atas Kebutuhan Warga yang Terus Bertambah

Direktur Utama Agung Sedayu Group, Letjen (Purn) DR. Nono Sampono, mengatakan pembangunan masjid ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang makin besar seiring meningkatnya populasi di kawasan PIK. Kehadiran Masjid Al Ikhlas diharapkan bisa menjawab kebutuhan jemaah yang terus bertambah, terutama di wilayah yang berkembang cepat dan padat aktivitas.

Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter persegi dengan kapasitas mencapai 600 jemaah. Nilai pembangunan yang digelontorkan pun tidak kecil, yakni sekitar Rp 45 miliar. Angka itu menunjukkan bahwa proyek ini memang diposisikan sebagai fasilitas penting, bukan sekadar pelengkap kawasan.

Arsitektur Ottoman dan Fungsi yang Lebih Luas

Konsep Islamic Classical yang diusung membuat Masjid Al Ikhlas tidak hanya menonjol dari sisi visual, tetapi juga dari gagasan di balik pembangunannya. Nuansa Ottoman memberi identitas arsitektur yang kuat, sekaligus menghadirkan kesan megah dan berwibawa bagi para pengunjung maupun jemaah.

Namun, fungsi masjid ini tidak berhenti pada ibadah harian. Di dalam perencanaannya, masjid juga akan dilengkapi area komersial seperti pusat kuliner halal, toko ritel Islami, dan coworking space berbasis syariah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi agar masjid memiliki sumber pendapatan mandiri.

Model Ekonomi Umat yang Ingin Dibangun

Skema ini disiapkan agar masjid dapat membiayai pemeliharaan sekaligus mendukung program sosial tanpa bergantung penuh pada pihak luar. Dengan begitu, Masjid Al Ikhlas diharapkan bisa tumbuh sebagai pusat kegiatan yang hidup, produktif, dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa rumah ibadah kini juga dapat dirancang dengan logika keberlanjutan ekonomi, selama tetap menjaga fungsi utamanya. Di PIK, Masjid Al Ikhlas diproyeksikan menjadi salah satu simpul baru yang mempertemukan kebutuhan spiritual, sosial, dan aktivitas usaha dalam satu kawasan yang sama.

Source link