Ramadan Produktif Siswa: Inisiatif Khofifah Indar Parawansa

by -352 Views

Pemerintah memang telah menetapkan libur sekolah selama Ramadan 2025, tetapi bagi siswa SMA dan SMK di Jawa Timur, masa jeda itu tidak dimaknai sebagai waktu untuk berhenti belajar. Pemerintah Provinsi Jawa Timur justru menyiapkan program Ramadan Produktif agar para pelajar tetap aktif, terarah, dan mendapat ruang untuk memperkuat sisi akademik sekaligus spiritual selama bulan suci.

Khofifah Dorong Siswa Tetap Bergerak Selama Ramadan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, program ini dirancang supaya siswa tidak kehilangan ritme belajar meski sedang libur sekolah. Melalui skema tersebut, peserta didik tetap diarahkan menjalani pembelajaran mandiri dengan pendampingan guru mata pelajaran. Dengan begitu, waktu libur tidak sekadar lewat tanpa kegiatan yang memberi nilai tambah.

Program Ramadan Produktif juga menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama yang diterbitkan sejumlah kementerian terkait. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah ingin memastikan kebijakan libur Ramadan tetap sejalan dengan upaya membangun kebiasaan belajar yang disiplin dan bermakna.

Belajar Mandiri, Sosial, dan Keagamaan

Selain fokus pada pembelajaran, siswa juga didorong terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar. Bentuknya bisa berupa bakti sosial, kegiatan berbagi, hingga menyiapkan makanan berbuka puasa untuk masyarakat sekitar. Aktivitas semacam ini dipandang penting untuk menanamkan empati sekaligus memperkuat kepedulian sosial di kalangan pelajar.

Seluruh rangkaian kegiatan akan dikoordinasikan oleh guru agar pelaksanaannya tetap terarah dan memberi manfaat maksimal. Dengan pendekatan ini, libur Ramadan tidak hanya menjadi jeda dari rutinitas sekolah, tetapi juga momentum untuk membangun kebiasaan belajar mandiri dan memperluas pengalaman siswa di luar kelas.

Libur Ramadan Dibuat Tetap Bernilai

Langkah Pemprov Jawa Timur menempatkan Ramadan sebagai masa yang produktif menunjukkan bahwa libur sekolah tidak harus identik dengan berhenti beraktivitas. Di tengah suasana ibadah, siswa tetap diarahkan menjaga keterlibatan dalam proses belajar, sekaligus diberi ruang untuk mengasah kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Bagi Khofifah, inilah cara agar Ramadan benar-benar memberi dampak pada karakter dan kedisiplinan pelajar.

Source link