Perebutan Pembangkit Listrik Nuklir RI 2032

by -368 Views

Perebutan Pembangkit Listrik Nuklir RI 2032

Pemerintah Indonesia kembali mengirim sinyal kuat bahwa energi nuklir tidak lagi sekadar wacana jangka panjang. Target pemanfaatan nuklir sebagai sumber listrik kini diarahkan mulai 2032, setelah sebelumnya persiapan teknis dan kebijakan disebut sudah mulai dijalankan di bawah kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Target 2032 dan langkah awal pemerintah

Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. Menurut dia, pemerintah sudah mulai menyiapkan fondasi untuk penggunaan nuklir sebagai sumber energi, terutama dalam konteks pembangkit listrik.

Langkah ini menempatkan nuklir sebagai salah satu opsi strategis untuk menopang kebutuhan energi nasional di masa depan. Di saat yang sama, pemerintah juga melihat peluang agar biaya produksi energi bisa ditekan lebih rendah, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada pasokan listrik semata.

Hidrogen dan amonia masuk peta besar energi

Di balik dorongan menuju PLTN, Kementerian ESDM juga menyiapkan arah kebijakan untuk pengembangan hidrogen dan amonia. Hidrogen menjadi salah satu fokus utama karena dinilai bisa mendukung transisi energi sekaligus agenda dekarbonisasi sistem global.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar dari energi terbarukan yang melimpah. Modal ini membuat pengembangan hidrogen dan amonia dipandang semakin relevan, terutama jika dipadukan dengan sumber energi yang lebih stabil seperti nuklir. Dalam skema itu, energi nuklir diharapkan mampu menghadirkan hidrogen dengan harga yang lebih murah.

Roadmap disusun, percepatan PLTN dibidik

Kementerian ESDM kini tengah merancang roadmap penggunaan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari strategi energi jangka panjang. Arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya membahas pembangkit listrik nuklir, tetapi juga rantai pemanfaatan energi turunannya.

Dalam perkembangan berikutnya, Pemerintah Prabowo juga disebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan PLTN pada 2029. Jika target itu berjalan sesuai rencana, maka Indonesia akan memasuki fase baru dalam infrastruktur energi, dengan nuklir ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan dampak lingkungan dari sistem energi yang masih bertumpu pada emisi.