Jakarta Garuda Jaya datang ke PLN Mobile Proliga 2025 dengan wajah yang nyaris sama, tetapi dengan ambisi yang jauh lebih besar. Tim voli putra asal Jakarta itu resmi mengumumkan 18 pemain yang akan mereka bawa musim ini, dan mayoritas di antaranya masih berusia di bawah 21 tahun. Komposisi tersebut menunjukkan arah yang jelas: bukan sekadar mengejar hasil instan, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk masa depan Timnas Indonesia U21.
Skuad Muda yang Dipertahankan
Pelatih Li Qiu Jiang kembali dipercaya memimpin Jakarta Garuda Jaya. Dari daftar yang diumumkan, sejumlah nama penting tetap dipertahankan dari musim sebelumnya. Dawuda Alaihimassalam, Fauzan Nibras, Pajar Pamungkas, dan Raihan Rizky Attorif menjadi bagian dari kelompok pemain yang dianggap paling siap memberi warna dalam persaingan Proliga 2025.
Keputusan mempertahankan mereka tak lepas dari performa yang sempat mencuri perhatian saat membela Rajawali Pasundan di Livoli Divisi Utama 2024. Dengan pengalaman itu, keempatnya diharapkan bisa menjadi tumpuan saat Garuda Jaya menghadapi lawan-lawan yang lebih matang dan berpengalaman.
Awal yang Ketat, Target Tetap Tinggi
Meski harus mengakui keunggulan Surabaya Samator dengan skor tipis 2-3 pada laga perdana, Jakarta Garuda Jaya tetap menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang mudah dipatahkan. Pertandingan itu memberi gambaran bahwa skuad muda ini punya daya saing, meski masih perlu konsistensi untuk bertahan di level tertinggi sepanjang musim.
Di bawah arahan Li Qiu Jiang, Garuda Jaya menatap Proliga 2025 dengan target yang tidak main-main. Raihan Rizky Attorif, Dawuda Alaihimassalam, dan Fauzan Nibras diperkirakan akan memegang peran penting dalam menjaga ritme permainan sekaligus menjadi motor serangan tim.
Proliga 2025 Jadi Panggung Pembuktian
PLN Mobile Proliga 2025 dijadwalkan berlangsung pada 3 Januari hingga 11 Mei 2025. Bagi Jakarta Garuda Jaya, ajang ini bukan hanya soal mengejar gelar, melainkan juga ruang pembuktian bagi para pemain muda yang sedang dibentuk menuju level internasional. Dengan kombinasi pemain muda dan pelatih yang sudah memahami karakter tim, Garuda Jaya punya modal untuk tampil lebih berani dan lebih terukur sepanjang kompetisi.





