“Arus Balik Libur Tahun Baru 2025: 684.200 Kendaraan Kembali ke Jabotabek”

by -386 Views

Arus balik libur Tahun Baru 2025 menunjukkan lonjakan yang cukup tajam di jalur menuju Jakarta dan sekitarnya. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, sebanyak 684.200 kendaraan kembali ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) selama periode tersebut. Angka ini melampaui lalu lintas normal dan menjadi gambaran bahwa pergerakan kendaraan pascalibur masih sangat padat di sejumlah akses utama.

Empat Gerbang Tol Jadi Titik Pantau Utama

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikupa dari arah Merak, GT Ciawi dari arah Puncak, GT Cikampek Utama dari arah Trans Jawa, dan GT Kalihurip Utama dari arah Bandung. Dibandingkan kondisi normal yang mencapai 545.249 kendaraan, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek naik 25,48 persen.

Arah Timur Masih Mendominasi

Dari sebaran lalu lintas yang tercatat, arus dari arah timur menjadi yang paling besar. Sebanyak 329.506 kendaraan datang melalui Trans Jawa dan Bandung, atau setara 48,2 persen dari total kendaraan yang kembali. Dari jumlah itu, GT Cikampek Utama mencatat 171.730 kendaraan, melonjak 63,25 persen dibandingkan lalu lintas normal. Sementara GT Kalihurip Utama menyumbang 157.776 kendaraan, naik 32,68 persen dari kondisi biasa.

Kontribusi dari Barat dan Selatan

Selain dari timur, kendaraan yang masuk dari arah barat melalui Merak tercatat sebesar 28,1 persen. Adapun dari arah selatan melalui Puncak, kontribusinya mencapai 23,7 persen. Komposisi ini memperlihatkan bahwa kepadatan arus balik tidak hanya terpusat di satu jalur, melainkan tersebar di sejumlah koridor utama yang selama libur Tahun Baru memang menjadi andalan pergerakan masyarakat menuju Jabotabek.

Jika digabung, kendaraan yang datang dari Trans Jawa dan Bandung mencapai 329.506 unit atau naik 47,03 persen dibandingkan kondisi normal. Data tersebut menegaskan bahwa jalur timur tetap menjadi penopang terbesar arus balik pada awal 2025, sekaligus menempatkan pengelolaan lalu lintas di ruas-ruas utama sebagai perhatian utama selama masa libur panjang.