Jokowi and Prabowo Continue to Appear Together Before Inauguration, Analyst Says Indonesia’s Stability is Maintained

by -365 Views

Jakarta – Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden, kedekatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan presiden terpilih Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar tampak kompak di depan publik, kemunculan mereka yang berulang kali bersama dinilai menjadi sinyal kuat bahwa transisi kekuasaan berjalan tertib dan tanpa gejolak.

Ujang: Publik Butuh Kepastian, Bukan Kegaduhan

Analis politik Ujang Komarudin menilai, kebersamaan Jokowi dan Prabowo memberi rasa tenang bagi masyarakat di tengah masa peralihan pemerintahan. Menurut dia, publik lebih menghargai suasana yang stabil daripada pertarungan politik yang memicu ketegangan.

“Kesatuan ini memberikan rasa nyaman bagi rakyat. Publik menghargainya karena semua masyarakat Indonesia memiliki kepentingan dalam memastikan transisi yang lancar, damai, teratur, dan stabil dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ke Prabowo-Gibran,” kata Ujang kepada wartawan, Senin (14 Oktober).

Serangkaian Pertemuan yang Menarik Perhatian

Dalam beberapa hari terakhir, Jokowi dan Prabowo memang terlihat makin sering berada dalam satu frame. Keduanya sempat makan malam bersama di Plataran Senayan. Sehari sebelumnya, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka juga makan siang bersama Jokowi di kediamannya di Solo. Lalu pada hari ini, mereka kembali tampil bersama dalam Apel Pengamanan Pelantikan di markas Brigade Mobil (Brimob), Depok, Jawa Barat.

Di lokasi itu, Jokowi dan Prabowo memeriksa langsung kesiapan pasukan pengamanan untuk agenda pelantikan presiden pada 20 Oktober 2024. Momen tersebut semakin menegaskan bahwa proses serah terima kekuasaan tengah dipersiapkan dengan sangat hati-hati.

Simbol Transisi yang Ingin Dijaga Tetap Mulus

Ujang juga menyinggung adanya pihak-pihak yang berupaya menanamkan perpecahan di antara keduanya. Namun, menurut dia, Jokowi dan Prabowo justru menunjukkan hubungan yang tetap hangat dan harmonis. Bahkan, ia menyebut kedekatan itu seperti ikatan keluarga yang pada akhirnya diarahkan untuk kepentingan bangsa.

Dalam apel pengamanan tersebut, Prabowo terlihat menunggu kedatangan Jokowi. Setelah itu, keduanya naik bersama kendaraan penyerbu serba guna atau ATAV Pindad untuk meninjau kesiapan pasukan. Bagi Ujang, momen seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan pesan politik bahwa Indonesia sedang memasuki fase transisi yang damai.

“Saya melihat apa yang dilakukan Jokowi dan Prabowo sebagai hal yang penting untuk memastikan Indonesia tetap stabil dan teratur. Transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo berjalan dengan damai dan lancar, yang dihargai oleh publik,” kata Ujang. (RR)

Source link