Prabowo Subianto Dianggap Sebagai Salah Satu Tokoh Islam Berpengaruh Dunia Bersama MBZ, MBS, dan Erdogan

by -390 Views

Jakarta — Nama Prabowo Subianto kembali mencuat di panggung internasional. Presiden RI terpilih periode 2024-2029 itu masuk dalam daftar The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2025 dan menempati posisi ke-18 sebagai salah satu tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.

Sejajar dengan Pemimpin Besar Dunia Islam

Dalam daftar tersebut, Prabowo ditempatkan di antara sejumlah figur penting dunia Islam, termasuk Raja Yordania Abdullah II, Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS), dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Masuknya Prabowo ke jajaran itu tidak lepas dari relasinya yang sejak lama terjalin dengan para pemimpin negara Muslim dan kawasan Timur Tengah. Saat hasil hitung cepat Pilpres 2024 menunjukkan kemenangan Prabowo-Gibran, ucapan selamat pun datang dari Abdullah II, MBZ, MBS, dan Erdoğan.

Peran Prabowo di Isu Kemanusiaan

Selain dikenal lewat kiprahnya sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo juga disebut memberi perhatian pada isu-isu yang menyangkut sesama মুসলim di luar negeri, terutama Palestina. Salah satu langkah yang menonjol adalah pengiriman Kapal Rumah Sakit TNI KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang membawa bantuan logistik seberat 240 ton ke Gaza pada Januari 2024.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga disebut memberikan bantuan pribadi senilai Rp5 miliar untuk Palestina. Ia turut membuka kesempatan pendidikan bagi 22 mahasiswa Palestina melalui beasiswa di Universitas Pertahanan.

Isyarat Arah Kebijakan ke Depan

Dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2024 di Singapura pada 31 Mei-2 Juni, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian ke Gaza apabila dibutuhkan dan diminta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

The Muslim 500 juga menyoroti bahwa masa kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8 akan dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari menjaga persatuan bangsa yang majemuk hingga memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Publikasi itu menilai presidensinya berpotensi membawa perubahan dalam arah kebijakan domestik dan luar negeri Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Indonesia di Asia Tenggara dan di panggung global.

Source link (RR)