Arjadi Rasjid Berbicara tentang Munaslub Kadin Anindya Bakrie: Ini Bukan Tentang Saya

by -417 Views

Kisruh di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia belum juga mereda setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang menetapkan Anindya Bakrie sebagai ketua umum memunculkan penolakan dari kubu Arsjad Rasjid. Dalam pandangan Arsjad, peristiwa itu bukan sekadar soal pergantian pucuk pimpinan, melainkan menyangkut sah atau tidaknya proses organisasi yang ditempuh.

Arsjad: Munaslub Itu Tidak Sah

Arsjad Rasjid menegaskan bahwa Munaslub yang digelar oleh segelintir pihak tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan dinilai melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia. Ia menyebut prosesnya berlangsung terlalu tergesa-gesa dan tidak mengikuti mekanisme yang semestinya. Karena itu, hasil Munaslub yang mengangkat Anindya Bakrie dianggap tidak dapat diterima begitu saja.

Menurut Arsjad, persoalan ini harus dilihat dari kacamata aturan organisasi, bukan dibawa ke ranah lain. Ia menekankan bahwa langkah yang ditempuh pihaknya selama ini tetap berada dalam koridor AD/ART Kadin Indonesia, sekaligus menjaga agar konflik internal tidak semakin melebar.

Penolakan dari Daerah Menguat

Di tengah dinamika tersebut, reaksi dari Kadin provinsi juga ikut memperjelas peta penolakan. Sejumlah daerah disebut tidak sejalan dengan Munaslub itu, bahkan surat penolakan dari 21 provinsi telah disiapkan sebagai bukti bahwa mayoritas menolak langkah tersebut. Fakta ini menjadi sinyal bahwa perdebatan di internal Kadin bukan hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga merembet ke daerah.

Arsjad menyampaikan bahwa langkah lanjutan telah disiapkan untuk menghadapi situasi ini, termasuk penyelesaian persoalan organisasi dan hukum. Ia menilai semua itu perlu ditempuh agar polemik tidak dibiarkan berlarut tanpa kepastian.

“Ini Bukan Tentang Saya”

Arsjad juga menepis anggapan bahwa kisruh ini berkaitan dengan kepentingan pribadi atau politik. Ia menegaskan bahwa persoalan yang muncul bukan tentang dirinya semata, melainkan tentang menjaga keharmonisan organisasi dan memastikan setiap keputusan diambil sesuai aturan yang berlaku. Dalam situasi seperti ini, ia menilai kepatuhan pada prosedur justru menjadi kunci agar Kadin tidak kehilangan marwahnya.

Di tengah saling klaim dan penolakan yang muncul, pernyataan Arsjad memberi gambaran bahwa pertarungan sesungguhnya bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi ketua umum, tetapi juga soal legitimasi, aturan main, dan arah organisasi ke depan.